RSPAU
dr. Suhardi Hardjolukito bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan
Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2)
DIY dan Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) DIY
menyelenggarakan sosialisasi penceghan kekerasan terhadap
perempuan dan anak di Gedung Siaga Bencana RSPAU, pada Kamis (07/12/2023). Sosialisasi yang
diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU dalam rangka memperingati Hari
Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak (HAKTP) tahun 2023 ini di diisi oleh
narasumber oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan & Perlindungan Khusus
Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & Pengendalian Penduduk
DIY Ibu Hera Aprilia, S.Kom., M.Eng., dan Ketua Pelaksana Forum Perlindungan
Korban Kekerasan (FPKK) DIY dr. Yuliaty Iskak. AAK. Kegiatan ini juga menjadi salah satu komitmen RSPAU
untuk memberikan pelayanan kesehatan holistic dengan berperan aktif mendukung
program pemerintah untuk melawan segala bentuk kekerasan.
Dalam
sambutannya Ka
RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Marsma TNI dr. M Roikhan Harowi, Sp.THT-KL.,
M.Kes., menyambut baik kegiatan
ini dengan harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran
seluruh civitas hospitalia RSPAU bahwa memiliki
peran penting dalam mencegah dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan
anak.
“Saya menyambut baik kegiatan ini, dengan harapan
kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh civitas hospitalia rumah
sakit pusat angkatan udara bahwa kita memiliki peran penting dalam mencegah dan
mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita sebagai orang tua,
keluarga, dan anggota rumah sakit pusat angkatan udara memiliki tanggung jawab
bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan,”
kata Marsma TNI dr. M Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes.
Pada
materi yang dibawakan oleh Ibu Hera Aprilia, beliau menggaris bawahi bahwa
kekerasan yang sering terjadi adalah kekerasan seksual berbasik online. Hal ini
dapat terjadi pada perempuan usia remeja. Sehingga ini merupakan PR bagi kita
kita semua untuk menghentikan kekerasan seksual berbasik online pada era
digitalisasi.
Tidak kalah menarik, dr. Yuliaty Iskak turut
menyampaikan materi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Beliau menuturkan
bahwa kekerasan dapat terjadi pada lingkungan yang dapat dikatakan paling aman,
yaitu lingkungan anak.
“Sudah banyak kasus kekerasan seksual yang
terjadi di lingkungan rumah. Tidak sedikit korban dari kekerasan seksual itu
sendiri adalah anak kandung dari pelaku. Ini merupakan tamparan bagi kita
semua, bagaimana rumah yang salama ini kita anggap paling aman, justru dapat
menjadi tempat paling bahaya, “ ujar dr. Yuliaty iskak.
Pencegahan kekerasan memerlukan kolaborasi dan
sinergi dari berbagai pihak. Kendala seperti penegakan hukum yang belum optimal
dan keterlibatan keluarga yang kurang memadai menjadi tantangan serius yang
perlu diatasi secara bersama-sama. Dengan dilaksanakan kegiatan ini harapannya
seluruh civitas hospitalia RSPAU dapat bersatu mengambil peran dan berkontribusi dalam upaya bersama untuk
mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga dapat membawa perubahan positif bagi
keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Humas RSPAU

Komentar