Daftar Berita

Hadapi Transformasi sistem pembiayaan iDRG, RSPAU gelar Workshop Penyusunan Unit Cost, Tarif dan Pola Remunerasi bagi RSAU se-Indonesia.

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Workshop Unit Cost, Tarif, dan Remunerasi Tahun 2025 yang dilaksanakan secara luring di Ruang Garuda I serta daring melalui platform Zoom (10/12/25). Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari  ini dibuka secara daring oleh Kapuskesau Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., dan diikuti oleh perwakilan rumah sakit TNI Angkatan Udara (RSAU) dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya Kapuskesau menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan keuangan rumah sakit TNI AU, khususnya dalam rencana penerapan skema pembayaran iDRG yang menuntut transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. RSAU jajaran Puskesau diharapkan mampu memperkuat visibilitas keuangan rumah sakit serta menjadi dasar penerapan sistem remunerasi yang berkeadilan di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Workshop diawali dengan paparan Keynote Speaker Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan Meirijal Nur, S.E., MBA., yang menegaskan bahwa pengelolaan rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Perhitungan unit cost yang akurat serta penetapan tarif layanan yang rasional dinilai menjadi fondasi utama keberlanjutan operasional rumah sakit, sekaligus instrumen penyelarasan kebijakan keuangan di lingkungan RSAU secara nasional.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Yos Hendra, S.E., M.M., Kepala Divisi DVC FKKMK Universitas Gadjah Mada, yang mengulas secara komprehensif tentang unit cost dan tarif rumah sakit. Disampaikan bahwa karakteristik layanan rumah sakit yang tidak homogen menuntut metode penghitungan biaya yang tepat. RSAU yang mayoritas melayani pasien JKN dituntut menghadirkan pelayanan bernilai melalui pengendalian biaya tanpa mengorbankan mutu, dengan pemahaman yang seragam terhadap struktur biaya tetap, biaya variabel, serta biaya langsung dan tidak langsung.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Wawan, S.Kom, M.M dari RSUP dr. Sardjito yang memaparkan penerapan pola remunerasi pada rumah sakit BLU. Remunerasi dipahami sebagai imbalan atas kontribusi pegawai yang harus berbasis kinerja, produktivitas, dan tingkat kesulitan pelayanan. 

Aspek sistem informasi diperkuat melalui materi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang disampaikan oleh Muhammad Amir Rosyidi, S.Kom. dari RSUP dr. Sardjito. Pengembangan SIMRS dinilai perlu memiliki masterplan yang selaras agar mampu mendukung integrasi data, keamanan sistem, serta pengambilan keputusan berbasis data secara terstandar di lingkungan RSAU.

Penguatan teknis disampaikan oleh Dirbinyankes Puskesau, Kolonel Kes dr. Tjatur Budi, Sp.B., melalui simulasi unit cost tindakan berbiaya tinggi. Dirbinyankes menekankan bahwa unit cost merupakan dasar penetapan tarif pelayanan dan menjadi kewajiban bagi rumah sakit TNI AU berstatus BLU maupun Non BLU. Pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit juga dinilai strategis dalam mengendalikan potensi kerugian, mendukung kebijakan subsidi silang, serta memastikan keseragaman pengelolaan layanan di seluruh RSAU.

Memasuki hari kedua, Kabag Minadamat RSPAU dr. S. Hardjolukito Letkol Kal Nannag Sopyan menyampaikan materi pengantar penyusunan pedoman dan analisa penghitungan unit cost. Materi ini membahas secara teknis metode perhitungan unit cost menggunakan pendekatan Activity Based Costing (ABC) dan metode hybrid, serta memberikan pelatihan tahapan dalam menghitung unit cost layanan kesehatan RS secara praktis dengan metode ABC maupun hibryd kepada peserta  sebagai dasar evaluasi efisiensi dan penetapan tarif layanan rumah sakit.

Pada sesi lanjutan, Kolonel Kes Dr. Ari Hermawan, S.K.M., S.M., M.M., CHRA, memaparkan keterkaitan strategis antara unit cost, tarif, dan remunerasi dalam tata kelola rumah sakit TNI Angkatan Udara. Ditekankan bahwa efisiensi unit cost akan berdampak langsung pada kemampuan rumah sakit dalam membayarkan remunerasi. Sesuai PMK Nomor 202/PMK.05/2022, belanja pegawai termasuk remunerasi dibatasi maksimal 40 persen dari total pendapatan BLU, sehingga dibutuhkan kesamaan visi dan komitmen seluruh RSAU dalam mengelola biaya secara disiplin dan berkelanjutan.

Melalui workshop ini, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menegaskan perannya dalam mendorong kesamaan visi, kebijakan, dan standar pengelolaan keuangan rumah sakit TNI Angkatan Udara di seluruh Indonesia, guna mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, efisien, dan berkelanjutan. Humas RSPAU

Serunya Si Kecil PAUD Jabal Rahma Menjelajah Dunia Dokter di RSPAU

Suasana ceria langsung terasa begitu derai tawa dan langkah kecil para murid PAUD Jabal Rahma Banguntapan memasuki halaman RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Dengan wajah lucu dan mata yang berbinar penuh rasa ingin tahu, 30 anak yang didampingi 7 guru tersebut siap memulai petualangan belajar mereka di dunia kesehatan (11/12/25). Kunjungan ini dibuka oleh Kasubbag PKRS RSPAU dr. S. Hardjolukito Mayor Kes drg. Astin Murlina, M.H., yang menyambut hangat dan memperkenalkan RSPAU dengan cara yang sederhana, ringan, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Pada kesempatan ini, turut hadir Koordinator Acara, dr. Citra Tarannita, Sp.A, M.Biomed, yang memastikan rangkaian kegiatan berjalan ramah anak dan penuh edukasi. Beliau juga mengenalkan beberapa dokter yang sehari-hari bertugas, sehingga anak-anak dapat melihat langsung siapa saja sosok pahlawan kesehatan di balik layanan rumah sakit.

Pada momen berikutnya, Kepala Sekolah PAUD Jabal Rahma, Ibu Lilik Asyrofah, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga ini. Dengan penuh apresiasi, beliau menyerahkan cinderamata kepada pihak rumah sakit sebagai simbol kerja sama dan dukungan terhadap edukasi kesehatan sejak dini. Setelah itu, para murid dipandu berkeliling dan dibagi menjadi tiga kelompok menuju Instalasi Gizi, Poli Gigi, dan Poli Anak. Di Instalasi Gizi, anak-anak diajak melihat bagaimana makanan sehat disiapkan. Kemudian di Poli Gigi, mereka belajar cara menjaga gigi tetap bersih sambil melihat alat-alat kedokteran gigi. Sedangkan di Poli Anak, mereka merasakan suasana ruang pemeriksaan yang ramah, penuh warna, dan tidak menakutkan, bahkan beberapa anak tampak sangat antusias ingin mempraktekkan bbrp alat seperti stetoskop anak, alat pengukur saturasi oksigen dll.

Setelah menjelajahi semua poli, wajah ceria anak-anak makin bertambah ketika mereka menerima souvenir sebagai hadiah kecil yang membuat pengalaman hari itu semakin berkesan. Kegiatan kunjungan ini bukan hanya memberikan edukasi kesehatan yang menyenangkan, tetapi juga membantu menanamkan keberanian dan pemahaman bahwa rumah sakit adalah tempat yang aman dan ramah bagi siapa pun, termasuk anak-anak.
RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut, menjadi jembatan antara dunia kesehatan dan pendidikan, serta menginspirasi anak-anak sejak usia dini untuk hidup sehat dan berani mengenal lingkungan medis dengan rasa nyaman. Humas RSPAU

Live Talkshow Obrolan Pagi Resiko Penularan HIV/AIDS Ibu Hamil Pada Bayi

Hai, Sobat Hardjo.
Tahukah kamu bahwa penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke bayi sebenarnya dapat dicegah jika dikenali dan ditangani dengan tepat? Edukasi sejak dini sangat penting agar ibu dan buah hati tetap sehat dan terlindungi.

Yuk, simak Live Talkshow Obrolan Pagi yang kali ini akan membahas “Risiko Penularan HIV/AIDS dari Ibu Hamil pada Bayi” bersama dr. Diana Fitri, Sp.OG pada :

Rabu, 17 Desember 2025

Pukul 09.00 – 10.00 WIB

LIVE di RBTV

Jangan lewatkan, ya! Edukasi kecil hari ini bisa jadi perlindungan besar di masa depan. #salamsehat

Hari Korupsi Sedunia 2025

Korupsi melemahkan harapan, tetapi setiap langkah kecil menuju kejujuran menguatkan masa depan.
Hari Antikorupsi Sedunia 2025 menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga integritas  dimulai dari diri sendiri, untuk Indonesia yang bersih dan bermartabat.

-Satukan aksi, basmi korupsi-

RSPAU dr. S. Hardjolukito Hadirkan Layanan Catering Diet: Enak, Murah, dan Bergizi

RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menghadirkan inovasi layanan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pengaturan pola makan sehat,melalui Catering Diet yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian secara praktis, terjangkau, dan berkualitas.

Keunggulan layanan ini bukan hanya dari segi rasa yang tetap lezat, tetapi juga dari komposisi nutrisi yang terukur. Setiap menu telah dirancang secara cermat oleh ahli gizi untuk memastikan kebutuhan kalori terpenuhi dengan baik, baik untuk program penurunan berat badan, pemeliharaan kesehatan, maupun diet khusus seperti diabetes, hipertensi, atau kebutuhan pasca rawat inap.

Selain itu, harga yang ditawarkan sangat kompetitif, sehingga siapa pun bisa merasakan manfaat makanan sehat tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Menu yang disajikan juga beragam, mulai dari pilihan sayuran segar, sumber protein berkualitas, hingga buah-buahan yang kaya vitamin. Semua dikemas dengan higienis dan praktis, siap dinikmati kapan pun dan di mana pun, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Dengan dukungan standar pelayanan rumah sakit ,Catering Diet  RSPAU menjadi pilihan terpercaya bagi masyarakat yang mengutamakan kualitas, keamanan, dan kenyamanan.

Mari mulai perjalanan hidup sehat Anda dengan cara yang lebih mudah, aman, dan menyenangkan. Percayakan kebutuhan makanan harian Anda kepada Catering Diet RSPAU dr. S. Hardjolukito. Karena hidup sehat bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik.

 

Doa untuk Bumi Pertiwi: RSPAU Memohon Keselamatan bagi Korban Bencana dan Personel TNI AU

Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir berubah menjadi bencana yang meninggalkan luka mendalam. Banjir merendam permukiman, ribuan warga mengungsi, dan banyak keluarga terpaksa kehilangan rumah serta harta benda. Di tengah kecemasan yang menyelimuti, tersisa harapan-harapan bahwa mereka tetap kuat, tetap sehat, dan tetap selamat hingga bantuan tiba.

Sebagai wujud empati dan solidaritas, RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan doa bersama usai Sholat Dzuhur di Masjid At-Taqwa RSPAU.(04/12/25). Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Telegram Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Nomor T/92/2025, yang mengimbau seluruh jajaran TNI AU untuk memanjatkan doa bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah serta bagi prajurit yang tengah mengemban tugas kemanusiaan.

Dalam doa yang dipenuhi kekhusyukan, civitas hospitalia RSPAU memohon kepada Allah SWT agar saudara-saudara di daerah terdampak diberikan kesehatan, keselamatan, ketabahan, dan kesabaran menghadapi situasi sulit ini. Setiap lirih doa dipanjatkan dengan harapan agar bencana segera mereda dan proses pemulihan dapat berjalan cepat dan lancar.

Civitas hospitalia RSPAU juga memanjatkan doa khusus bagi personel dan alutsista TNI Angkatan Udara yang terlibat dalam operasi bantuan penanggulangan bencana. Mereka berada di garda terdepan, melintasi medan yang menantang demi mengirimkan bantuan, mengevakuasi warga, dan memastikan keselamatan masyarakat. Melalui doa ini, RSPAU memohon keamanan, kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan bagi setiap langkah yang mereka ambil.

Lebih dari sekadar ritual, doa bersama ini menjadi ruang untuk menyatukan hati dan ruang untuk merasakan duka bersama, sekaligus menyalakan kembali semangat kemanusiaan. RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap kekuatan dan pertolongan Allah SWT senantiasa menaungi bangsa Indonesia, khususnya saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Humas RSPAU

RSPAU Beri Penguatan Kompetensi Gawat Darurat Jantung Melalui Pelatihan ACLS Berskala Nasional

Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia, dengan henti jantung mendadak sebagai salah satu kondisi paling fatal yang membutuhkan pertolongan cepat, tepat, dan terstandar. Dalam situasi kritis tersebut, kemampuan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) menjadi kompetensi esensial bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Menjawab kebutuhan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Pelatihan ACLS pada 2–4 Desember 2025 sebagai upaya strategis meningkatkan kompetensi tenaga medis, baik dari lingkungan RSPAU maupun dari berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Pelatihan ini sekaligus menunjukkan peran aktif RSPAU sebagai rumah sakit pusat rujukan dalam memperkuat kualitas SDM kesehatan secara berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., pada Selasa (2/12/25). Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menekankan bahwa kemampuan tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan jantung tidak dapat dinegosiasikan, mengingat penyakit jantung masih mendominasi angka kematian nasional maupun global. Tenaga medis perlu terlatih, sigap, dan mampu bekerja mengikuti algoritma ACLS terkini serta terampil menggunakan berbagai peralatan emergensi seperti defibrilator, airway management, dan monitoring kardiovaskular. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Management of Training, dr. Lidwina Tarigan, Sp.JP(K), yang memberikan dukungan atas penyelenggaraan pelatihan dan menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi klinis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Pelatihan yang terselenggara melalui kerja sama RSPAU dr. S. Hardjolukito dan PERKI Cabang Yogyakarta ini diikuti oleh 30 peserta dari beragam institusi, terdiri dari dokter serta perawat jantung yang sehari-hari bertugas di unit ICU dan ICCU. Selama tiga hari, para peserta memperoleh materi dan praktik mendalam mengenai berbagai tatalaksana emergensi kardiovaskular, meliputi BHD dengan AED, tatalaksana henti jantung, acute coronary syndrome, edema paru akut, hipotensi dan syok, interpretasi EKG, tatalaksana aritmia, airway management, serta terapi listrik dan penggunaan defibrilator. Peserta juga dibekali penanganan pasca henti jantung sebagai bagian dari rantai keselamatan yang komprehensif. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Ruang Garuda 1–3 RSPAU dengan dukungan instruktur profesional dari PERKI serta fasilitas pembelajaran yang lengkap dan terstandar.

Dengan terselenggaranya pelatihan ACLS ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi dan inovasi pelayanan, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia khususnya wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Diharapkan peserta dapat mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing, sehingga kualitas penanganan kegawatdaruratan jantung semakin meningkat dan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Humas RSPAU

Selamat Hari Disabilitas Internasional

Selamat Hari Disabilitas Internasional

“Wujudkan Masyarakat yang ramah dan inklusif untuk mendorong kemajuan sosial”

Marilah kita membuka hati untuk memahami bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan kekuatan yang patut dihargai. Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh empati, kita tidak hanya mendukung kemandirian mereka, tetapi juga memajukan kemanusiaan kita bersama. Semoga kepedulian ini menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi semua.

RSPAU Terima Kunjungan Kerja DEWAS BLU Untuk Tata Kelola dan Layanan

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan kerja Dewan Pengawas BLU pada Jumat (28/11/25) di Ruang Garuda 1. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga pejabat Dewas dari Kementerian Keuangan RI, yaitu Kepala Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU II Ditjen Perbendaharaan, Bapak Hari Winarno, S.E., M.M., Kepala KPPN Yogyakarta, Ibu Arvi Risnawati, SE., Ak., serta Direktur Strategi APBN Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, Bapak Wahyu Utomo, S.Sos., M.Si. Dalam kegiatan ini juga disampaikan salam pamit dari Bapak Wahyu Utomo sebagai Dewas yang digantikan oleh Bapak Hari Winarno. Kehadiran para pejabat ini menjadi bagian dari agenda pembinaan dan pemantauan kinerja BLU serta penguatan tata kelola pengelolaan keuangan di lingkungan RSPAU.

Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut langsung kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta dukungan Dewas BLU terhadap pengembangan RSPAU. Beliau menegaskan bahwa RSPAU terus berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi Dewas, memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi anggaran, dan memastikan seluruh program berjalan optimal tanpa mengurangi mutu layanan kepada prajurit TNI AU maupun masyarakat. Setelah sambutan Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito, ditayangkan profil rumah sakit, capaian layanan unggulan, serta berbagai langkah transformasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Setelah agenda penyampaian paparan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan hospital tour ke sejumlah fasilitas pelayanan RSPAU. Para tamu meninjau langsung layanan RSPAU diantaranya BPJS, pendaftaran, Hemodialisa, Poli Bedah terpadu, Instalasi Farmasi, Layanan Stemcell, Radioterapi Linac, dan IGD. Melalui peninjauan ini, Dewas melihat secara langsung implementasi standar pelayanan, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta inovasi layanan yang tengah dikembangkan RSPAU. Sejumlah masukan konstruktif juga disampaikan untuk mendukung optimalisasi alur pelayanan, pemanfaatan sumber daya, dan peningkatan kenyamanan pasien.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara RSPAU dan Kementerian Keuangan RI dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, efektif, serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan. RSPAU dr. S. Hardjolukito berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dan inovasi agar mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi TNI AU dan masyarakat luas. Humas RSPAU




Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2025

Pada setiap peringatan Hari AIDS Sedunia, kita diajak untuk membuka hati sedikit lebih luas, untuk melihat dengan empati, mendengar dengan penuh perhatian, dan memahami tanpa prasangka.

Dengan melangkah bersama, kita dapat meningkatkan kesadaran terkait bahaya penyakit yang disebabkan oleh infeksi Virus HIV.

Semoga kepedulian kecil yang kita berikan hari ini menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar, tanpa stigma dan tanpa meninggalkan siapa pun.

-Mengatasi Disrupsi, Mentransformasi Respons AIDS-

RSPAU All Out Dukung Pemerintah Wujudkan Indonesia Bebas TBC

Tuberkulosis (TBC) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua dengan estimasi beban TBC tertinggi di dunia setelah India, yaitu sekitar 1.060.000 kasus atau 385 per 100.000 penduduk, dengan angka kematian mencapai 141.000 jiwa atau 51 per 100.000 penduduk. Data final Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2023 per 1 Maret 2024 menunjukkan bahwa 821.200 kasus (77%) telah ditemukan, sementara sekitar 238.800 kasus masih belum terdeteksi atau belum dilaporkan, sehingga berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah memperkuat upaya deteksi dini melalui strategi Active Case Finding (ACF) untuk menemukan kasus sedini mungkin dan memutus rantai penularan.

Semangat tersebut hadir di jantung kota Yogyakarta pada Sabtu (29/11/25) ketika kegiatan ACF TBC menyasar para abdi dalem serta masyarakat di sepanjang kawasan Malioboro. Dengan cakupan 20 titik skrining dan target 2.000 peserta, kegiatan ini menjadi momentum besar dalam mendukung percepatan program nasional eliminasi TBC.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menyampaikan bahwa RSPAU berkomitmen mendukung percepatan eliminasi TBC melalui deteksi dini dan layanan kesehatan yang profesional. Beliau juga menambahkan bahwa RSPAU akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi keberhasilan program kesehatan nasional.

sementara itu Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan bahwa penanganan TBC di Provinsi DIY bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Beliau menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan dan pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif. Ni Made menilai bahwa sinergi ini merupakan bagian penting dari komitmen implementatif bersama untuk mewujudkan DIY yang bebas TBC.

pada kesempatan ini, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, turut hadir meninjau proses skrining dan melihat langsung antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini. Dimana sebelum menuju lokasi ACF, Wamenkes melakukan kunjungan ke RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih kepada manajemen rumah sakit serta jajaran TNI atas kontribusi dan konsistensi RSPAU dalam mendukung penuh program-program pemerintah, terutama percepatan pemberantasan TBC. Kunjungan tersebut sekaligus mempertegas kepercayaan pemerintah bahwa RSPAU memiliki kapasitas, kesiapan, serta komitmen yang kuat sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program kesehatan nasional. Kapusterau Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., turut hadir dalam kegiatan tersebut, hal ini menunjukkan dukungan penuh jajaran TNI AU terhadap upaya ini.
Di lapangan, tenaga kesehatan RSPAU hadir dengan peran yang sangat berarti. Tidak hanya melakukan skrining, mereka juga menyapa masyarakat dengan ramah, memberikan penjelasan yang menenangkan, dan mendampingi peserta yang tampak cemas. Para tenaga kesehatan memastikan setiap abdi dalem, pedagang, lansia, hingga wisatawan yang ikut menjalani pemeriksaan merasa dihargai, dilayani, dan dibimbing dengan penuh empati. Bagi RSPAU, setiap warga bukan sekadar bagian dari target skrining, tetapi individu yang perlu didukung dalam menjaga kesehatan mereka.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor diantaranya BB Labkesmas, RSPAU dr. S. Hardjolukito, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Pariwisata, TNI dan Keraton Yogyakarta, yang berperan memastikan koordinasi lapangan, kesiapan logistik, serta tindak lanjut pemeriksaan berjalan sesuai standar. Dengan fasilitas RSPAU yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta pengalaman dalam mendukung berbagai kegiatan nasional, proses pelaksanaan ACF berlangsung optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Melalui keterlibatan aktif dalam ACF TBC di Malioboro ini, RSPAU kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia bebas TBC. RSPAU akan terus hadir dalam berbagai program kesehatan nasional dengan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis demi tercapainya masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit menular. Humas RSPAU

Peringati HUT Ke - 54 Korpri, ASN RSPAU satukan langkah menebar energi dan semangat positif di Bumi Dirgantara

KORPRI Sub Unit RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI antara lain Bhakti Sosial, Anjangsana, Fun walk, Ziarah dan acara puncak upacara HUT Korpri Ke - 54 thn 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh ASN RSPAU, sekaligus menghidupkan semangat tema HUT KORPRI tahun ini yaitu “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Mewujudkan Indonesia Maju.”
Rangkaian Kegiatan tersebut diawali dengan Bhakti Sosial berupa pemberian sembako disalahsatu panti asuhan di sekitar wilayah RSPAU dr. S. Hardjolukito, selanjutnya Korpri Sub Unit RSPAU dr.  S. Hardjolukito melaksanakan anjangsana bagi ASN yang Purna Tugas. kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian para ASN selama mengabdi di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Selain kegiatan Bhakti Sosial dan Anjangsana, Korpri Sub Unit RSPAU dr. S. Hardjolukito mengelar acara olah raga bersama berupa Fun Walk & Fun Games bagi seluruh ASN di RSPAU dr.  S. Hardjolukito.
Dalam amanat Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito yang dibacakan oleh Wakil Kepala RSPAU menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi seluruh ASN RSPAU dr S Hardjolukito.

“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI. Semoga peringatan ini membawa semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme, dedikasi, dan kontribusi kita bagi organisasi serta masyarakat yang kita layani,” Kata Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Sementara itu, Ketua KORPRI Sub Unit RSPAU, Pembina IV/A Boby Rahmad, SKM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rangkaian peringatan HUT KORPRI, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan semangat pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Peringatan HUT ke-54 KORPRI di RSPAU berlangsung hangat, sehat, dan penuh kebersamaan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh ASN dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.Selain kegiatan tersebut diatas yang di laksanakan dilingkungan RSPAU dr. S. Hardjolukito, Korpri Sub Unit RSPAU dr. S. Hardjolukito juga terlibat dalam rangkaian acara Gabungan Bakorda PNS TNI DIY berupa Ziarah di TMP Kusumanegara dan Upacara HUT Ke -54 di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta. Acara tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan soliditas seluruh ASN TNI di Wilayah Yogyakarta.