Jogja memang istimewa.
Di balik tenangnya budaya dan hangatnya rindu, masyarakat Yogyakarta hidup berdampingan dengan beberapa potensi bencana. Seperti hari ini, ketika kota istimewa ini diguncang gempa dua kali, alam seakan mengingatkan dengan caranya sendiri. Bukan untuk menimbulkan rasa cemas, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah wujud kepedulian terhadap diri dan sesama.
Kita semua tentu berharap semoga tidak terjadi apa pun dan seluruh masyarakat selalu dalam lindungan Allah SWT. Namun demikian, dalam 72 jam pertama yang krusial, ketenangan dan persiapan tetap menjadi penopang keselamatan. Menyiapkan tas siaga bencana merupakan langkah sederhana agar saat alam berbicara, kita tetap mampu berdiri, saling menjaga, dan melangkah dengan harapan.
Tenang Menghadapi, Siap Melindungi

Komentar