- 22
- Mei
- 2025
RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) Yogyakarta pada Kamis (22/5/25). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Garuda Satu ini merupakan bagian dari agenda supervisi dan monitoring evaluasi pelaksanaan Kepaniteraan Klinik bagi mahasiswa profesi dokter. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., yang menyambut hangat kehadiran rombongan dari FK UKDW. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FK UKDW dalam menjadikan RSPAU sebagai salah satu rumah sakit jejaring untuk mendukung pendidikan kedokteran klinis.
Rombongan FK UKDW dipimpin oleh Ketua Program Studi Profesi Dokter, dr. Hariatmoko, Sp.B., FINACS, dan turut serta beberapa perwakilan dari jajaran akademik serta tim Komkordik RS Bethesda Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai aspek evaluasi pelaksanaan kepaniteraan klinik, penyampaian masukan dari rumah sakit jejaring, serta rencana tindak lanjut guna meningkatkan mutu pendidikan klinik di lingkungan FK UKDW.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama strategis antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan. Humas RSPAU
Dalam dekade terakhir,
kemajuan teknologi telah membawa perubahan yang luar biasa di berbagai bidang
kehidupan kita, tidak terkecuali dalam bidang kesehatan. Teknologi bidang
kesehatan berperan penting dalam upaya deteksi dini terhadap permasalahan
Kesehatan, penyakit, epidemiologi.
Deteksi dini adalah upaya-upaya
untuk mengetahui atau mengenali secara awal. Deteksi dini penyakit berarti adalah
suatu upaya-upaya untuk mengenali seawal mungkin ada tidaknya suatu penyakit,
kelainan atau kerusakan fisik atau gangguan perkembangan mental atau perilaku
dengan menggunakan beberapa metode/prosedur.
Sehingga deteksi dini juga merupakan bentuk usaha preventif
sejak awal terhadap indikasi-indikasi akan terjadinya gangguan atau penyakit.
Dengan demikian, berbagai penyakit dapat segera dikenali dan pengobatan juga bisa
segera dilakukan sedini mungkin.
Melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit bisa
dilakukan dengan secara rutin atau berkala melakukan pemeriksaan kesehatan
atau sering kita kenal dengan MCU ( Medical
Chek Up ).
Manfaat
Melakukan Deteksi Dini
Dengan
melakukan deteksi dini penyakit, kita bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti
:
Tujuan
dan Manfaat MCU Bagi Kesehatan
Apakah MCU bisa mendeteksi adanya penyakit? Tes MCU adalah
serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang
secara komprehensif, menyeluruh, dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.
Walaupun sedang dalam kondisi sehat, ada banyak manfaat
melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tes ini sebaiknya dilakukan satu
tahun sekali, baik di akhir tahun atau awal tahun, biasanya dilakukan
bertepatan pada tanggal dan bulan kelahiran atau dengan kata lain pada saat
ulang tahun.
Beberapa manfaat tes MCU sebagai berikut :
Proses
Medical Check Up
Rangkaian
atau jenis-jenis pemeriksaan akan tergantung pada usia, jenis kelamin, dan
kondisi kesehatan keseluruhan dari pasien.
Berikut
ini proses pelaksanaan MCU sebagai berikut:
1.
Pemeriksaan Riwayat Kesehatan
Pada tahap ini, dokter atau perawat akan melakukan anamnesa
/ wawancara terkait keluhan yang sedang atau pernah dialami dan riwayat
kesehatan keluarga. Pertanyaan lainnya adalah perihal gaya atau pola hidup
tidak sehat / bad habit yang selama ini dikerjakan oleh pasien.
2.
Pemeriksaan tanda vital
Tim medis akan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan yang
bertujuan untuk mengetahui:
3.
Pemeriksaan fisik
Dokter akan meminta pasien untuk berbaring, duduk, atau
berdiri. Posisinya akan tergantung pada bagian tubuh mana yang diperiksa. Tim
medis juga akan memeriksa kulit, rambut, kuku, telinga,hidung, tenggorok dan
mata, pasien.
4.
Pemeriksaan penunjang
Beberapa pemeriksaan tambahan yang lakukan, antara lain:
<!--[if gte vml 1]>
Hal-hal
yang harus dipersiapkan sebelum Medical Check Up
Sebelum melakukan rangkaian prosedure tes MCU, diperlukan
adanya beberapa persiapan. Antara lain adalah:
RSPAU dr. S.
Hardjolukito melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari
Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 pada Selasa pagi (20/5/25) di Lapangan
RSPAU. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito,
Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., dan diikuti oleh seluruh civitas
hospitalia RSPAU dengan khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi.
Mengusung tema "Bangkit
Bersama Wujudkan Indonesia Kuat", upacara ini menjadi momentum
reflektif bagi seluruh angota RSPAU untuk meneladani semangat persatuan dan
kebangkitan bangsa yang telah digelorakan sejak berdirinya Budi Utomo pada 20
Mei 1908 silam.
Dalam amanatnya,
Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito membacakan sambutan resmi dari Menteri
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut
disampaikan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekedar mengenang tanggal dalam
kalender nasional, namun merupakan pengingat akan semangat kebangkitan kesadaran
nasional, keberanian, dan semangat untuk menolak penjajahan serta membangun
bangsa dengan kekuatan sendiri.
“117 tahun yang
lalu, di tengah tekanan kolonialisme, lahir kesadaran baru yang menyulut api
perubahan. Melalui Budi Utomo, bangsa ini membangun keyakinan bahwa kemajuan
harus bersumber dari kekuatan sendiri,” kata Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito
saat membacakan sambutan.
Sambutan tersebut
juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi
teknologi, krisis pangan global, hingga ketegangan geopolitik dan ancaman
terhadap kedaulatan digital. Dalam menghadapi semua itu, Indonesia diharapkan
mampu tampil sebagai trusted partner di kancah global dengan tetap
berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Tak hanya di
tingkat global, semangat kebangkitan juga terlihat dalam pembangunan nasional,
termasuk di bidang kesejahteraan sosial, kesehatan, ekonomi, dan pengembangan
sumber daya manusia. Program-program seperti makan bergizi gratis, layanan
pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penguatan pelatihan vokasi dan talenta
digital disebut sebagai fondasi dasar untuk membangun kebangkitan nasional yang
berkelanjutan.
Di akhir
sambutan, ditekankan pentingnya kontribusi seluruh elemen bangsa untuk
bersama-sama mewujudkan Indonesia yang kuat dan mandiri, termasuk di antaranya
institusi pelayanan publik seperti rumah sakit TNI yang berperan dalam menjaga
kesehatan masyarakat dan prajurit.
Upacara
berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Semangat kebangkitan nasional yang
tercermin dalam amanat dan kehadiran seluruh civitas hospitalia menjadi
pengingat bahwa RSPAU sebagai institusi di bidang kesehatan militer dan publik,
turut berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, sehat, dan
berdaulat. Humas RSPAU
Kesehatan
ibu hamil adalah masalah kesehatan yang harus mendapat prioritas utama dalam
pembangunan, karena menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang
(Bobak, Lowdermik & Jensen, 2005). Ketika berencana untuk hamil, para wanita
dianjurkan untuk lebih memperhatikan kesehatannya mulai dari sebelum hamil,
selama hamil, setelah melahirkan hingga menyusui.
Beberapa
cara berikut perlu dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan ibu hamil, antara
lain:
1.Memenuhi kebutuhan nutrisi
harian
Konsumsi
makanan bergizi selama kehamilan bukan hanya bermanfaat untuk mendukung
Kesehatan tubuh ibu, namun juga bermanfaat bagi perkembangan janin didalam
Rahim, serta mengurangi risiko banyak cacat lahir. Bagi ibu, mengonsumsi makanan
bergizi dapat membantu menambah stamina, menghindari risiko komplikasi
kehamilan, mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan
pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan jauh lebih baik.
Selain itu, ibu hamil yang menerapkan pola
makan sehat juga cenderung terhindar dari depresi saat hamil. Pasalnya, makanan
bergizi membantu menstabilkan mood ibu sepanjang kehamilan. Makan
makanan bernutrisi sejak kehamilan muda juga bantu mempersiapkan kesehatan ibu
hamil secara maksimal menjelang persalinan.
Pola
makan kehamilan yang seimbang meliputi protein, vitamin C, kalsium, buah
buahan, sayur-sayuran, biji- bijian, makanan yang kaya zat besi, lemak yang
cukup, asam folat, dan nutrisi lain. Kurangnya asupan energi yang berasal dari
zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak) maupun zat gizi mikro terutama
vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium dan iodium dan zat
mikro lain pada wanita usia subur yang berkelanjutan (sejak masa remaja, pra
konsepsi sampai masa kehamilan), mengakibatkan terjadinya Kurang Energi Kronis
( KEK) pada masa kehamilan yang diawali dengan kejadian “risiko” KEK dan
ditandai oleh rendahnya cadangan energi dalam jangka waktu cukup lama yang
diukur dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm atau Indeks Massa
Tubuh (IMT) pra hamil atau Trimester I (usia kehamilan ≤12 minggu) dibawah 18,5
kg/m2. Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah perbandingan antara berat badan (dalam
kg)dengan tinggi badan (dalam meter), rumus perhitungan BB/(TB)2 (kg/m2).
Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil
Standar kebutuhan zat gizi berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia pada kelompok perempuan usia 19-49 tahun berkisar 2150 - 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Pada ibu hamil normal diperlukan tambahan energi sebesar 180 – 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari. Untuk memperoleh penambahan berat badan sebesar 0.5 kg/minggu, termasuk untuk ibu hamil KEK, dibutuhkan tambahan asupan energi sebesar 500 kkal/hari dari asupan energi hariannya, dimana kurang dari 25% kandungan energi dalam makanan tambahan berasal dari protein.
2.Mencapai penambahan berat
badan yang sehat
Penambahan
berat badan saat hamil adalah hal yang wajar dan diharapkan. Bagi Wanita yang
berat badannya berada dalam kisaran normal sebelum hamil, penambahan berat
badan sekitar 16-18 kg atau 12 kg untuk obesitas dan 20 kg untuk Wanita yang underweight.
3. Perhatikan Pola makan
Memperhatikan
pola makan saat hamil adalah hal yang sangat penting. Ibu juga perlu tahu jenis
makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Guna melindungi ibu dan
bayi dari infeksi bakteri atau parasite, seperti listeriosius, pastikan hanya
mengonsumsi susu, keju, danjus yang sudah dipasteurisasi. Hindari juga makanan
laut yang diasap atau daging dan makanan laut yang setengah matang. Sementara
itu, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga, hindari makan daging setengah
matang, jeroan hewan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak trans selama ibu
hamil menjalani pola hidup sehat. Hindari juga makan ikan yang mengandung
tinggi merkuri selama hamil, seperti ikan tuna, ikan makarel, dan ikan pedang
agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.
4.Minum vitamin prenatal
Vitamin
prenatal atau suplemen prenatal adalah asupan yang mengandung vitamin dan
mineral yang dibutuhkan sebelum dan selama kehamilan yang baik dikonsumsi bagi
ibu hamil. Vitamin dan mineral prenatal yg dibutuhkan:
#Asam folat
Asam
folat atau vitamin B9 merupakan salah satu jenis vitamin B. Asam folat banyak
ditemukan dalam suplemen atau beberapa jenis makanan tertentu. Jenis nutrisi
ini memiliki peranan penting dalam mencegah bayi mengalami cacat lahir
seperti anensefali, spina bifida, maupun encephalocele.
Selain
itu, asam folat juga penting dalam pembentukan otak dan sumsum tulang belakang
pada bayi. Jumlah asam folat yang disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil
adalah 400 mcg per harinya.
# Zat besi
Pentingnya
zat besi pada ibu hamil membuat ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi
setidaknya 27 mg zat besi per harinya. Zat besi pada ibu hamil memiliki peran
penting untuk mengantarkan oksigen dalam darah pada ibu dan bayi. Hal ini yang
menyebabkan zat besi mengalami peningkatan volume saat kehamilan.
Jika
kebutuhan zat besi dalam darah kurang bisa menyebabkan ibu hamil mengalami
anemia. Kondisi ini bisa menimbulkan risiko bayi lahir prematur, berat
badan bayi lahir rendah, hingga kematian.
#Kalsium
Kalsium
dibutuhkan untuk mencegah hilangnya kepadatan tulang pada ibu hamil karena
simpanan kalsium dalam tubuh digunakan untuk pertumbuhan tulang pada bayi. Ibu
hamil disarankan untuk mengonsumsi kalsium sebanyak 1000 mg per harinya.
Nutrisi ini bisa didapatkan dari makanan maupun suplemen.
#Zinc
Salah
satu jenis mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah zinc. Jenis vitamin
prenatal ini baik untuk kesehatan maupun perkembangan janin. Jika kadar zinc
pada ibu hamil berkurang bisa menyebabkan risiko pertumbuhan bayi yang lambat,
berat badan lahir bayi rendah, maupun kelahiran prematur. Setidaknya, ibu hamil
perlu mengonsumsi 11 mg zinc per harinya.
#Vitamin A
Vitamin
A juga memiliki peranan penting pada tumbuh kembang janin termasuk yaitu
perkembangan beberapa organ tubuh, seperti mata, telinga, jantung, dan anggota
gerak lainnya. Namun, jika asupan vitamin A dalam tubuh berlebihan bisa
menyebabkan cacat lahir pada bayi. Jumlah dosis yang disarankan untuk ibu hamil
adalah 770 mcg per harinya.
#Vitamin B kompleks
Vitamin
B memiliki manfaat untuk kehamilan seperti meningkatkan kesehatan mata, kulit,
tulang, saraf janin, serta otot. Asupan vitamin B kompleks yang terpenuhi pada
ibu hamil dapat menurunkan risiko preeklamsia dan komplikasi pada kehamilan.
#Vitamin C
Manfaat
vitamin C untuk kesehatan memang tidak perlu diragukan lagi. Hal ini
lantaran vitamin C memiliki manfaat untuk melindungi sel-sel tubuh
dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini lantaran vitamin C memiliki
kandungan antioksidan di dalamnya.
#Vitamin
D
Salah
satu jenis vitamin ini juga penting dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah
risiko preeklamsia, meningkatkan penyerapan kalsium, serta menunjang kesehatan
saraf pada janin. Vitamin D bisa didapatkan dari makanan maupun suplemen. Dosis
vitamin D yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah 1000 IU.
5.Olahraga
Olahraga
membantu melancarkan sirkulasi darah serta oksigen dalam tubuh, memperkuat
otot, dan mengurangi stres saat hamil. Olahraga juga mendukung kecerdasan bayi
sejak dalam kandungan.
Usahakan menyempatkan waktu 30 menit
setiap hari untuk berolahraga demi kebaikan kesehatan ibu hamil. Ada banyak
pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil. Namun, Anda tidak perlu berolahraga
yang berat. Kegiatan fisik ringan seperti jalan santai, renang, atau bahkan yoga,
umumnya aman dilakukan sepanjang usia kehamilan.
ACOG
merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan aktivitas aerobic dengan
intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu. Namun penting untuk
membicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memulai jenis
olahraga apapapun, teriutama bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko.
6. Mengubah kebiasaan Hidup
Menjadi lebih sehat
Menerapkan
gaya hidup yang baik akan berdampak langsung pada Kesehatan bayi. Penting bagi
ibu hamil untuk menghentikan kebiasaan merokok, penyalah gunaan obat obatan,
dan konsumsi alcohol. Merokok dan/atau minum alkohol saat hamil dapat
meningkatkan risiko keguguran. Dua kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan
risiko bayi lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, atau lahir dengan berat
badan rendah. Maka, pastikan menjalani pola hidup sehat ibu hamil yang bebas
rokok dan alkohol.
7. Perawatan diri saat sakit
Selain
gejala yang berkaitan dengan kehamilan, ibu hamil juga rentan terhadap infeksi
tertentu, seperti flu biasa, pilek atau sakit perut. Meskipun biasanya penyakit
ringan tersebut tidak akan mempengaruhi bayi yang sedang berkembang, namun ibu
hamil bisa merasa sangat tidak nyaman. Oleh karena, penting untuk membicarakan
pada doketr mengenai pengobatan yang aman digunakan untuk mengatasi penyakit
yang ibu alami selama kehamilan.
8. Tidur cukup
Salah satu bagian penting dari pola
hidup sehat ibu hamil yang sering terlupakan adalah cukup tidur. Sayangnya
selama hamil, Anda akan lebih mudah ngantuk di siang hari dan sulit tidur di
malam hari akibat perubahan hormon.
Masalah ini kemudian membuat Anda jadi
kurang tidur akibat jadwal tidur yang tidak menentu. Parahnya lagi, kurang
tidur selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi seperti preeklampsia dan
berisiko lahir caesar. Solusinya, segera tidurlah begitu Anda merasa capek atau
ngantuk. Sering-seringlah tidur siang untuk mencukupi waktu tidur Anda.
Ibu hamil sebenarnya malah dianjurkan
untuk tidur malam lebih lama dari biasanya selama trimester pertama kehamilan.
Banyak tidur juga dianjurkan untuk membantu proses persalinan lebih lancar dan
membuat kesehatan ibu hamil terjaga dengan baik. Menurut American Pregnancy
Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu hamil tidur
cukup sehingga kesehatan tubuhnya tetap terjaga:
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Mencoba posisi tidur baru.
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Sebelum tidur, coba mandi air hangat dan minta
pasangan memijat tubuh Anda yang pegal-pegal.
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Atur suhu ruangan dan cahaya di kamar senyaman
mungkin
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Cobalah teknik relaksasi, seperti yang mungkin
telah Anda pelajari di kelas persalinan.
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Apabila masih sulit tidur, coba untuk membaca
buku, makan makanan kecil seperti buah, atau minum susu hangat
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Berolahraga secara teratur di siang hari juga
dapat membuat tidur malam jadi tidak sulit
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Sempatkan tidur siang sebentar sekitar 15 menit
per hari. Tidur siang terlalu lama malah bisa bikin ibu hamil jadi sulit tidur
di malam hari.
9. Hindari stres berlebih
Alasan kenapa tidur sangat penting dalam
menjaga kesehatan ibu hamil karena salah satu manfaat pentingnya yaitu
meredakan stres. Stres berat yang mengganggu pikiran dan batin ibu hamil dapat
memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan.
Untuk itu, coba cari tahu dulu apa yang
menyebabkan Anda stres. Curahkan uneg-uneg Anda pada orang terdekat atau
pasangan agar semua beban pikiran dapat berkurang. Setelahnya, Anda bisa
mencoba teknik pernapasan dalam atau meditasi untuk menghilangkan stres. Yoga
saat hamil juga sama baiknya untuk membunuh rasa penat dalam jiwa, lho!
Sempatkanlah waktu untuk melakukan hal
yang Anda suka dan baik untuk kesehatan agar Ibu tidak stres selama hamil.
Menonton TV, mendengarkan musik, jalan-jalan bersama pasangan atau teman,
hingga merajut bisa jadi pilihan kegiatan untuk mengatasi stres yang
mengganggu.
Jika stres Anda tidak tertahankan, carilah terapis atau psikolog untuk
membantu Anda mencari akar masalah dan menyelesaikannya. Jika Anda merasa
kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang telah disebutkan, mintalah dukungan
dari pasangan agar semuanya terasa lebih ringan untuk dijalani.
10. Rutin Memeriksakan
Kehamilan pada dokter kandungan
Berikut
jadwal kunjungan prenatal yang umumnya disarankan:
-Minggu
ke 4 sampai 28 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap bulan
-Minggu
ke 28 sampai 36 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap 2 minggu
-Minggu
ke 36 sampai 40: 1 kali kunjungan tiap minggu
Bagaimana menjaga Kesehatan
pasca melahirkan?
Untuk
mendukung proses pemulihan di masa nifas sekaligus membuat proses menyusui dan
merawat Si Kecil berjalan lebih lancar, Bunda bisa melakukan beberapa cara yang
meliputi:
1. Penuhi kebutuhan nutrisi
Ibu
yang baru melahirkan membutuhkan asupan nutrisi dan energi yang cukup. Hal ini
penting untuk menambah energi agar bisa merawat dan menyusui bayi dengan
optimal, serta mendukung proses pemulihan luka setelah melahirkan.
Beberapa
jenis makanan yang baik untuk Bunda konsumsi antara lain buah dan sayuran,
biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, seafood, daging rendah lemak, telur,
susu, dan makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya minyak zaitun.
2. Tetap bergerak aktif
semampunya
Meski
sedang menjalani masa pemulihan, bukan berarti Bunda harus terus-terusan berada
di tempat tidur. Agar tubuh tetap bugar,
Bunda perlu tetap aktif bergerak dan melakukan olahraga ringan, misalnya
berjalan-jalan di sekitar kamar atau di halaman rumah sambil menjemur bayi di
pagi hari. Jika sudah merasa lebih kuat, Bunda bisa mencoba olahraga lain,
seperti yoga.
Agar
merasa lebih aman, Bunda sebaiknya tanyakan kepada dokter terlebih dahulu
perihal olahraga apa yang boleh dilakukan dan perlu dihindari selama masa
nifas.
3. Kelola stres dengan baik
Stres
yang tak terkontrol berisiko membuat Bunda mengalami baby blues atau
bahkan depresi setelah melahirkan. Oleh karena itu, agar stres tidak mengganggu
kondisi mental Bunda, cobalah lakukan kegiatan yang Bunda sukai atau me time,
seperti menonton film atau membaca buku. Saat sedang kelelahan atau ingin
menghabiskan waktu untuk mengatasi rasa penat, Bunda juga tidak usah ragu untuk
meminta bantuan kepada Ayah, keluarga, atau teman.
4. Rutin periksa ke dokter
Agar
kesehatan Bunda dan Si Kecil tetap terjaga dan terpantau dengan baik, jangan
lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter sesuai jadwal. Bunda bisa
meminta solusi jika mengalami keluhan, seperti sembelit atau wasir, nyeri
payudara, atau ASI tidak keluar. Dengan begitu, nantinya dokter akan memberikan
tips dan pengobatan yang aman dan tepat.
Saat
memeriksa kondisi Bunda, dokter akan sekaligus mengevaluasi apakah luka operasi
atau luka pada vagina Bunda membaik. Dokter juga mungkin akan menyarankan Bunda
untuk menggunakan alat kontrasepsi serta menginformasikan kapan waktu yang
tepat untuk berhubungan intim setelah melahirkan.
Perawatan
pascamelahirkan sebenarnya tidak sulit dilakukan, asalkan Bunda melakukannya
sesuai saran dan anjuran dokter.
Jika
mengalami masalah tertentu selama proses perawatan pascamelahirkan, seperti
demam, keluar darah lebih banyak dari vagina, ada rembesan darah atau nanah
pada luka jahitan, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter.
Di era modern yang ditandai dengan revolusi digital,
industri kesehatan mengalami transformasi besar, khususnya di bidang diagnosis
dan perawatan medis. Teknologi digital memainkan peran penting dalam
meningkatkan akurasi diagnosis, kecepatan penanganan, serta efektivitas
perawatan pasien. RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito telah berkomitmen untuk merespon
kemajuan teknologi ini dengan melibatkan alat-alat canggih seperti CT Scan
256 slice, MRI, dan Radioterapi Linac, yang tidak hanya
mendukung kesehatan prajurit TNI AU/TNI, PNS serta keluarga namun juga
masyarakat umum.
CT
Scan 256 Slice: Meningkatkan Akurasi Diagnostik
Salah satu inovasi penting yang diterapkan di RSPAU adalah metoda
pemanfaatan CT Scan 256 slice, modalitas yang menjadi terobosan dalam
diagnosis medis. Teknologi ini memungkinkan dokter memperoleh visual anatomi
tubuh dengan resolusi yang sangat tinggi, memberikan pandangan tiga dimensi
dari berbagai sudut. CT Scan 256 slice memiliki kemampuan untuk
melakukan pemindaian seluruh tubuh dalam hitungan detik, yang meminimalisasi
ketidaknyamanan pasien dan mempercepat proses diagnosis.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan teknologi ini untuk
memberikan hasil yang lebih detail dibandingkan CT scan konvensional. Gambar
yang dihasilkan sangat presisi, memungkinkan identifikasi kelainan atau
penyakit pada tahap awal, seperti tumor, gangguan pembuluh darah, dan cedera
trauma. Ini sangat penting dalam konteks dukungan kesehatan bagi prajurit TNI
AU, yang sering kali memerlukan penanganan cepat dan akurat setelah menjalani
tugas berisiko tinggi.
Di samping manfaat untuk prajurit, CT Scan 256 slice
juga berperan besar dalam layanan kesehatan bagi masyarakat umum. Pemindaian
yang cepat dan detail sangat membantu dalam situasi gawat darurat, seperti
pasien yang mengalami stroke atau serangan jantung, di mana waktu sangatlah
krusial.
MRI:
Deteksi Kelainan yang Lebih Mendalam
Selain CT scan, RSPAU juga telah melengkapi layanan
radiologinya dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang menawarkan
kemampuan diagnostik yang luar biasa dalam mendeteksi kelainan jaringan lunak,
seperti otak, sumsum tulang belakang, otot, dan organ internal lainnya. MRI
menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail
dari struktur internal tubuh tanpa menggunakan radiasi sinar-X, sehingga lebih
aman bagi pasien.
Teknologi MRI memungkinkan para ahli medis di RSPAU untuk
mendeteksi gangguan neurologis, penyakit kardiovaskular, dan gangguan otot-kerangka
secara lebih akurat. Dalam hal ini, MRI memiliki keunggulan dalam memberikan
gambaran yang lebih jelas dari jaringan lunak dibandingkan dengan CT scan,
menjadikannya sangat bermanfaat dalam diagnosis yang memerlukan analisis
jaringan yang lebih rinci.
Bagi para prajurit TNI AU, yang sering terpapar pada
kondisi ekstrem atau mengalami cedera fisik akibat latihan intensif atau misi
tertentu, MRI menjadi alat vital dalam memantau kondisi kesehatan mereka.
Pemeriksaan yang tepat waktu menggunakan MRI dapat membantu memastikan kesiapan
mereka untuk bertugas dan memberikan perawatan yang diperlukan dalam kasus
cedera.
Radioterapi
Linac: Perawatan Kanker dengan Teknologi Canggih
Teknologi lainnya yang tidak kalah penting di RSPAU adalah Linear
Accelerator (Linac) untuk terapi radiasi. Linac adalah perangkat
yang digunakan dalam radioterapi untuk mengobati kanker dengan memfokuskan
sinar radiasi energi tinggi langsung pada tumor, meminimalkan kerusakan pada
jaringan sehat di sekitarnya. Penggunaan Linac di RSPAU menjadi salah
satu bentuk komitmen rumah sakit ini dalam memberikan perawatan kanker yang
lebih modern dan efisien.
Menariknya, Linac di RSPAU merupakan salah satu dari
tiga yang ada di Yogyakarta, dan dengan spesifikasi tercanggih di Indonesia.
Pasien di RSPAU tidak perlu mengantri panjang untuk mendapatkan perawatan ini,
sehingga mereka dapat segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan, baik untuk
prajurit TNI AU maupun masyarakat umum.
Melalui Linac, RSPAU mampu memberikan terapi radiasi
yang lebih tepat sasaran. Salah satu keunggulan dari Linac adalah
fleksibilitasnya dalam menyesuaikan intensitas dan sudut radiasi, yang
memungkinkan tim medis menargetkan area tumor/kanker dengan presisi lebih
tinggi. Hal ini sangat penting untuk mengurangi efek samping yang sering kali
terjadi pada terapi radiasi konvensional.
Perangkat Linac juga dilengkapi dengan teknologi
canggih seperti image-guided radiotherapy (IGRT) yang memungkinkan
pemantauan real-time terhadap posisi tumor selama perawatan, sehingga
terapi dapat disesuaikan berdasarkan perubahan ukuran atau lokasi tumor seiring
waktu. Teknologi ini memberi harapan baru bagi pasien kanker, baik di kalangan
prajurit TNI AU yang memerlukan perawatan segera maupun masyarakat umum yang bergantung
pada layanan kesehatan dari RSPAU.
Dampak
Positif bagi Kesehatan Masyarakat dan Prajurit TNI AU
Inovasi di bidang radiologi diagnostik, intervensional dan
radioterapi yang diapliksikan di RSPAU, seperti CT Scan 256 slice, MRI,
dan linac, membawa dampak signifikan bagi peningkatan kualitas layanan
kesehatan di rumah sakit ini. Teknologi-teknologi tersebut tidak hanya
mendukung diagnosis dan perawatan yang lebih akurat dan efektif, tetapi juga
berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien, baik prajurit TNI
AU/TNI, PNS serta keluarga maupun Masyarakat umum.
Bagi prajurit TNI AU, yang sering kali terlibat dalam misi
berbahaya atau lingkungan yang keras, ketersediaan teknologi medis canggih ini
sangat membantu dalam menjaga kesiapan fisik dan moril mereka. Deteksi dini
melalui CT Scan 256 slice dan MRI memungkinkan mereka mendapatkan
perawatan yang lebih cepat dan tepat, sementara radioterapi linac menjadi tumpuan mendampingi kemoterapi dan
pembedahan dalam mengobati kanker.
Di sisi lain, masyarakat umum juga diuntungkan dengan
kehadiran teknologi ini, yang mampu memberikan diagnosis yang lebih cepat dan
perawatan yang lebih efektif. Dalam konteks ini, RSPAU tidak hanya berperan
sebagai rumah sakit militer tetapi juga sebagai instansi kesehatan yang
melayani kebutuhan masyarakat luas, dengan memanfaatkan teknologi tercanggih
yang ada.
Revolusi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia
kesehatan, dan RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menjadi salah satu rumah sakit
terdepan dalam penerapan teknologi canggih di bidang radiologi diagnostik,
intervensional dan radioterapi. CT Scan 256 slice, MRI, dan linac telah
menjadi pilar dalam mendukung kesehatan prajurit TNI AU/TNI, PNS serta keluarga
dan masyarakat umum, memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat,
dan lebih akurat.
Dengan terus mengadopsi teknologi terbaru dan memastikan kualitas layanan terbaik, RSPAU berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan pasiennya melalui diagnosis yang presisi dan perawatan yang efektif, sejalan dengan tema HUT Ke-12
Pelayanan publik
yang berkualitas tidak hanya dinilai dari seberapa baik suatu institusi
memberikan layanan medis, tetapi juga dari seberapa tanggap dan seriusnya
lembaga tersebut dalam menangani pengaduan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan
transparansi dan akuntabilitas layanan kesehatan, RSPAU dr. S. Hardjolukito
menyajikan data grafik penanganan pengaduan masyarakat sepanjang tahun 2024.
Data ini memberikan gambaran penting tentang dinamika aduan yang masuk serta
upaya nyata rumah sakit dalam menindaklanjuti setiap laporan.
Berdasarkan
grafik, pada triwulan I tahun 2024, tercatat jumlah pengaduan masyarakat yang
masuk mencapai angka tertinggi, yaitu sebanyak 10 laporan. Menariknya, semua
laporan tersebut berhasil ditindaklanjuti dengan tuntas oleh pihak manajemen,
menunjukkan komitmen kuat rumah sakit dalam merespons keluhan masyarakat secara
cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan efektivitas sistem pelaporan serta
kemampuan respons yang optimal, terutama di awal tahun saat biasanya intensitas
pelayanan meningkat seiring dengan masuknya tahun anggaran dan program kerja
baru.
Namun, memasuki
triwulan II, jumlah pengaduan menurun signifikan menjadi 4 kasus. Penurunan ini
bisa dimaknai sebagai sinyal positif terhadap meningkatnya kualitas layanan
atau menurunnya frekuensi insiden yang memicu ketidakpuasan. Meski jumlahnya
lebih sedikit, yang patut diapresiasi adalah fakta bahwa seluruh pengaduan
tersebut kembali ditindaklanjuti secara menyeluruh. Ini menjadi cerminan
konsistensi rumah sakit dalam mempertahankan standar pelayanan yang responsif.
Triwulan III
menunjukkan adanya sedikit kenaikan jumlah pengaduan menjadi 6 kasus. Meskipun
terjadi peningkatan dibanding triwulan sebelumnya, respons yang diberikan tetap
memuaskan karena seluruh laporan tersebut juga ditindaklanjuti secara tepat
waktu. Peningkatan ini dapat diinterpretasikan sebagai bagian dari dinamika
pelayanan yang mungkin dipengaruhi oleh lonjakan pasien, peralihan jadwal
kerja, atau rotasi internal tenaga medis. Namun, yang lebih penting adalah
tidak ada satu pun pengaduan yang diabaikan, menandakan bahwa sistem keluhan di
RSPAU dr. S. Hardjolukito telah berjalan efektif.
Pada triwulan IV,
jumlah pengaduan kembali mengalami penurunan ke angka 4, dan seperti
sebelumnya, seluruh pengaduan berhasil ditindaklanjuti dengan baik. Konsistensi
penanganan ini memperkuat citra rumah sakit sebagai institusi kesehatan yang
tidak hanya profesional dalam memberikan layanan medis, tetapi juga memiliki
kepekaan sosial terhadap aspirasi dan suara masyarakat. Proses tindak lanjut
pengaduan yang stabil sepanjang tahun ini membuktikan bahwa rumah sakit tidak
hanya reaktif, tetapi juga preventif dalam menjaga kualitas layanan.
Kinerja
pengelolaan pengaduan ini selaras dengan nilai-nilai TNI AU AMPUH yang
menjadi landasan utama RSPAU dr. S. Hardjolukito: Adaptif, Modern,
Profesional, Unggul, dan Humanis. Keberhasilan menindaklanjuti seluruh
pengaduan di keempat triwulan secara konsisten mencerminkan budaya organisasi
yang adaptif terhadap perubahan, modern dalam penggunaan teknologi pelaporan,
profesional dalam menangani keluhan, unggul dalam pelayanan, dan humanis karena
mendengarkan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, data
ini juga menjadi refleksi bahwa partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan
publik semakin meningkat. Masyarakat kini memiliki keberanian dan kesadaran
untuk menyampaikan keluhan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap layanan
publik. Di sisi lain, rumah sakit pun menunjukkan sikap terbuka dan siap
menerima kritik membangun, sebagai bahan evaluasi demi perbaikan berkelanjutan.
Sebagai
kesimpulan, grafik penanganan pengaduan tahun 2024 dari RSPAU dr. S.
Hardjolukito menunjukkan tren positif baik dari sisi jumlah maupun kualitas
penanganannya. Penurunan jumlah pengaduan pada triwulan II dan IV
mengindikasikan peningkatan mutu layanan, sedangkan keseriusan rumah sakit
dalam menindaklanjuti seluruh pengaduan menandakan hadirnya komitmen kuat
terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Ini adalah praktik baik yang
layak dijadikan contoh bagi institusi pelayanan publik lainnya.
Dengan semangat
transformasi layanan kesehatan berbasis kepercayaan dan partisipasi masyarakat,
RSPAU dr. S. Hardjolukito terus berupaya menjadi rumah sakit militer unggulan
yang melayani tidak hanya dengan keahlian, tetapi juga dengan hati nurani. Ke
depan, tantangan akan semakin kompleks, namun dengan budaya kerja yang terbuka
terhadap evaluasi, rumah sakit ini siap melangkah lebih jauh dalam meningkatkan
mutu layanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Tidur malam sering kali dianggap sebagai waktu istirahat
yang bisa dikurangi demi produktivitas, pekerjaan, atau aktivitas hiburan.
Padahal, tidur adalah salah satu pilar utama kesehatan, sejajar pentingnya
dengan pola makan sehat dan olahraga. Lamanya seseorang tidur setiap malam
memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup, baik secara fisik, emosional,
maupun mental. Sayangnya, banyak orang dewasa justru kekurangan tidur tanpa
menyadari risiko jangka panjangnya.
Menurut para ahli, tidur malam selama 7 hingga 9 jam
merupakan durasi ideal yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Pada waktu inilah tubuh melakukan proses pemulihan: memperbaiki jaringan,
mengatur metabolisme, memperkuat sistem imun, dan menjaga keseimbangan hormon.
Orang yang tidur cukup cenderung lebih bugar, lebih fokus, dan memiliki suasana
hati yang lebih stabil keesokan harinya.
Di sisi lain, tidur antara 5 hingga 7 jam per malam
merupakan durasi rata-rata bagi banyak orang dewasa. Walaupun masih dianggap
cukup untuk mengisi ulang energi, waktu ini belum tergolong ideal. Jika terjadi
terus-menerus, tubuh akan mulai menunjukkan gejala kelelahan kronis, penurunan
konsentrasi, mudah tersinggung, hingga berkurangnya daya tahan tubuh. Dalam
jangka panjang, kualitas tidur yang kurang dapat mempercepat penuaan biologis
dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Risiko Serius dari Kurang Tidur: Kenali Bahayanya
Salah satu poin paling penting dari informasi ini adalah
bahaya tidur kurang dari 5 jam per malam. Dalam jangka pendek, mungkin hanya
terasa sebagai rasa kantuk, lelah, atau sulit fokus. Namun, secara ilmiah,
tidur yang terlalu singkat dapat mengganggu berbagai fungsi penting dalam
tubuh. Orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko 2,5 kali
lebih besar untuk terkena diabetes, 45% lebih tinggi mengalami serangan
jantung, dan 12% lebih tinggi kemungkinan meninggal akibat berbagai jenis
penyakit.
Tidur yang tidak mencukupi juga dikaitkan dengan
gangguan metabolisme, penurunan fungsi otak, dan peningkatan kadar hormon stres
seperti kortisol. Selain itu, kurang tidur juga dapat memicu gangguan suasana
hati seperti depresi dan kecemasan, yang pada akhirnya mengganggu produktivitas
dan hubungan sosial. Bahkan, dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk dapat
mempercepat penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko demensia.
Mengingat pentingnya tidur, langkah sederhana seperti
mengatur waktu tidur, menghindari kafein atau gawai menjelang malam, serta
menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman bisa sangat membantu. Tidur
bukanlah waktu yang terbuang, melainkan kebutuhan biologis yang harus dipenuhi
agar tubuh dan pikiran tetap sehat. Maka dari itu, mulai malam ini,
prioritaskan tidur sebagai bentuk perawatan diri yang paling mendasar.
Ingatlah, tidur cukup bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal umur panjang
dan kualitas hidup yang lebih baik.
Kebiasaan telat makan sering kali dianggap hal yang
sepele. Padahal, melewatkan waktu makan secara terus-menerus dapat memberikan
dampak serius bagi kesehatan tubuh. Bukan hanya sekadar membuat tubuh lemas,
tetapi juga bisa memicu berbagai gangguan yang membahayakan organ dalam dan
menurunkan kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Salah satu dampak paling umum dari telat makan adalah
meningkatnya produksi asam lambung. Ketika perut kosong terlalu lama,
asam lambung yang tetap diproduksi akan mengiritasi dinding lambung. Akibatnya,
muncul gejala seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, hingga muntah. Jika
terjadi berulang, kondisi ini bisa berkembang menjadi gastritis kronis
bahkan tukak lambung yang berbahaya dan memerlukan perawatan medis
jangka panjang.
Selain itu, telat makan juga berdampak pada fungsi
otak dan kondisi psikologis seseorang. Asupan energi yang tidak terpenuhi
akan membuat kadar gula darah turun drastis, sehingga menurunkan konsentrasi,
membuat tubuh terasa lemas, kepala pusing, hingga emosi tidak stabil. Mood yang
buruk, mudah marah, dan sulit fokus dalam bekerja atau belajar merupakan efek
lanjutan dari kurangnya energi yang seharusnya diperoleh dari makanan yang
cukup dan tepat waktu.
Tak hanya itu, sistem kekebalan tubuh pun bisa
terganggu. Tubuh yang kekurangan nutrisi akibat telat makan menjadi lebih
rentan terhadap serangan virus dan bakteri. Imun yang lemah dapat memicu
infeksi dan memperlama masa pemulihan jika seseorang sedang sakit. Dalam jangka
panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh secara
keseluruhan.
Dalam situasi tertentu seperti menjalankan tugas berat,
mengikuti pelatihan fisik, atau menghadapi tekanan kerja tinggi, telat makan
bisa menjadi pemicu utama terjadinya kelelahan ekstrem, hilangnya kesadaran,
atau bahkan pingsan. Hal ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi tenaga
kesehatan, personel militer, dan pekerja di lapangan yang membutuhkan kesiapan
fisik dan mental secara optimal.
Pola makan yang teratur dan seimbang menjadi kunci utama
untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kestabilan metabolisme tubuh. Bukan
hanya soal apa yang dimakan, tetapi kapan kita makan juga menentukan
seberapa baik tubuh menjalankan fungsinya. Idealnya, tubuh menerima asupan
makanan setiap 4–6 jam agar kadar gula darah stabil dan asam lambung tidak
mengiritasi lambung yang kosong.
Karena itu, penting untuk membangun kebiasaan makan
teratur. Jadikan makan tepat waktu sebagai prioritas, bukan sebagai pilihan
terakhir di sela kesibukan. Jika perlu, atur alarm atau pengingat untuk waktu
makan agar tidak terlewat. Siapkan camilan sehat jika tidak sempat makan besar,
dan hindari menunda makan dengan alasan pekerjaan atau aktivitas lain.
Kesadaran akan pentingnya makan tepat waktu adalah
bagian dari mencintai diri sendiri. Jangan biarkan tubuh terus bekerja tanpa
bahan bakar yang cukup. Telat makan bisa jadi awal dari berbagai masalah
kesehatan serius. Maka, mulai sekarang, jangan abaikan perut yang mulai
kosong. Dengarkan sinyal tubuh, jaga pola makan, dan jadilah pribadi yang lebih
sehat melalui langkah kecil yang konsisten. Humas RSPAU
Perilaku menyimpang seperti LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan
transgender) telah menjadi isu yang semakin sering muncul dalam kehidupan
sosial masyarakat global, termasuk di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan
liberalisasi nilai, muncul dorongan dari berbagai pihak untuk menormalisasi
perilaku tersebut atas nama kebebasan individu dan hak asasi manusia. Namun,
sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, budaya ketimuran,
serta prinsip ketuhanan yang menjadi dasar negara, sudah selayaknya kita
meninjau ulang dan bersikap tegas terhadap upaya normalisasi perilaku
menyimpang yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia.
LGBT bukan hanya permasalahan sosial atau budaya semata, tetapi juga
berimplikasi besar terhadap kesehatan fisik dan mental. Berbagai penelitian
menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam perilaku LGBT memiliki risiko
lebih tinggi terhadap penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, infeksi
menular seksual lainnya, dan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, serta
gangguan identitas. Hal ini menjadi ancaman serius bagi upaya bangsa dalam
menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
TNI Angkatan Udara sebagai bagian dari garda pertahanan negara,
mengambil sikap tegas dalam menolak perilaku menyimpang LGBT. Penolakan ini
bukan semata-mata berdasarkan sudut pandang moral atau ideologis, namun juga
didasari oleh dasar hukum yang jelas. Beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHP) serta Undang-Undang lain seperti UU Pornografi dan UU
Informasi dan Transaksi Elektronik secara tegas mengatur dan melarang
tindakan-tindakan yang berkaitan dengan penyimpangan seksual, termasuk LGBT. Di
antaranya adalah Pasal 281 KUHP, Pasal 289 dan 294 ayat (2) KUHP, Pasal 4 dan
36 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 dan 45 ayat (1) UU
ITE.
Dalam konteks kesehatan, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito sebagai
institusi pelayanan kesehatan milik TNI AU, mengemban tanggung jawab tidak
hanya dalam aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Edukasi kepada
masyarakat tentang pentingnya hidup sehat sesuai kodrat menjadi bagian dari
misi besar RSPAU. Salah satu bentuk edukasi tersebut adalah mengingatkan
masyarakat untuk menjauhi perilaku berisiko tinggi, termasuk LGBT, demi
kesehatan fisik dan mental jangka panjang.
Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
budaya luhur, kita diajak untuk bersama-sama menolak perilaku menyimpang dan
kembali kepada fitrah manusia yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Dalam berbagai
ajaran agama, hubungan seksual yang sehat dan benar adalah antara laki-laki dan
perempuan dalam ikatan pernikahan yang sah. Fitrah ini tidak hanya membawa
ketenangan jiwa, tetapi juga menjadi fondasi keluarga yang kuat, sehat, dan
harmonis.
Melalui edukasi yang berkesinambungan, pendekatan yang humanis,
serta penegakan hukum yang konsisten, diharapkan masyarakat akan semakin sadar
akan bahaya LGBT bagi masa depan bangsa. Kita tidak menolak individu secara
pribadi, tetapi menolak perilaku yang menyimpang dan berisiko tinggi terhadap
kesehatan dan moral masyarakat. Dengan kembali kepada kodrat dan nilai luhur
bangsa, kita dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih sehat, lebih
bahagia, serta penuh berkah.
Mari bersama-sama menjaga generasi bangsa dari pengaruh negatif yang
dapat melemahkan mental dan fisik mereka. Mari hidup sehat sesuai kodrat,
membina keluarga berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, menciptakan lingkungan
sosial yang mendukung pertumbuhan generasi muda yang kuat, dan berkomitmen
menolak normalisasi perilaku menyimpang yang tidak sejalan dengan jati diri
bangsa Indonesia. Humas RSPAU
Dalam rangka peningkatan kualitas layanan digital dan
memperkuat identitas kelembagaan di lingkungan pemerintah, Rumah Sakit Pusat
Angkatan Udara (RSPAU) dr. S. Hardjolukito secara resmi mengumumkan perubahan
domain website mereka. Mulai saat ini, alamat domain www.rspauhardjolukito.co.id
tidak lagi digunakan, dan telah resmi berganti menjadi www.rspauhardjolukito.go.id.
Perubahan domain ini bukan hanya soal teknis, namun juga
bagian dari transformasi digital yang tengah dijalankan RSPAU untuk mendekatkan
layanan kepada masyarakat dengan lebih profesional, transparan, dan terstandar
secara nasional.
Mengapa Domain Berubah Menjadi .go.id?
Perubahan domain menjadi .go.id memiliki dasar
yang kuat. Domain ".go.id" adalah ekstensi resmi yang digunakan untuk
situs web milik instansi pemerintahan di Indonesia. Dengan menggunakan domain
ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito memperkuat citra sebagai institusi kesehatan
milik negara yang berkomitmen terhadap tata kelola yang baik (good governance),
kredibilitas tinggi, serta akses informasi publik yang lebih aman dan
terpercaya.
Peralihan ke domain .go.id juga mencerminkan komitmen
rumah sakit untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sekaligus
memperluas jangkauan informasi kesehatan dan layanan digital kepada masyarakat
luas. Dengan begitu, pengguna layanan tidak hanya merasa lebih aman saat
mengakses informasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman dan
terintegrasi.
Apa Dampaknya Bagi Masyarakat dan Pengguna Layanan?
Informasi layanan, jadwal dokter, registrasi online,
pengaduan, hingga berita terkini rumah sakit kini bisa diakses melalui domain
baru: www.rspauhardjolukito.go.id
Bagi pengguna setia, tidak ada perubahan pada isi
konten, layanan, atau fasilitas yang tersedia. Hanya alamat web-nya saja yang
berubah untuk mencerminkan identitas resmi sebagai lembaga di bawah naungan TNI
AU. Admin sistem juga menjamin transisi ini berlangsung lancar tanpa gangguan
teknis berarti.
Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap keabsahan informasi yang dipublikasikan, serta
meminimalisir potensi penyalahgunaan data dari sumber-sumber yang tidak resmi.
Komitmen Terhadap Inovasi dan Pelayanan Prima
Perubahan domain ini merupakan bagian dari rangkaian besar transformasi
digital yang dijalankan RSPAU dr. S. Hardjolukito. Sejalan dengan
nilai-nilai TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul,
Humanis), rumah sakit berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem informasi,
pelayanan kesehatan digital, serta keterbukaan informasi publik.
Melalui website resmi yang baru ini, masyarakat dapat dengan mudah
mendapatkan layanan berikut:
Penutup: Langkah Kecil untuk Lompatan Besar
Dengan penggantian domain ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito
berharap masyarakat dapat terus mengakses layanan dan informasi dengan mudah,
cepat, dan aman.
RSPAU
dr. S. Hardjolukito mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan
Sosialisasi Stem Cell and Cancer Research (SCCR) dan Focus Group Discussion
(FGD) Asosiasi Rumah Sakit TNI AU (ARSAU) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025,
bertempat di Ruang Garuda Satu RSPAU, dan diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan
TNI Angkatan Udara (Diskesau) dengan mengusung tema besar:
“Dilandasi Soliditas dan Profesionalisme,
ARSAU Siap Mewujudkan Transformasi Rumah Sakit dalam Bidang Manajemen Akuntabel
dan Pelayanan Prima.”
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas
Kesehatan TNI AU (Kadiskesau) beserta jajaran pejabat Diskesau, Kepala Lembaga
Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Kalakespra) beserta Seslakakespra, dan
para Kepala Rumah Sakit TNI AU dari
seluruh Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh
Kadiskesau, Marsma TNI dr. Agung Maryanto, SpB.,SubspBD(K).,FINACS,FICS.,FISA. Dalam sambutannya, beliau berharap seluruh
peserta dapat mengikuti sesi FGD secara aktif, terlebih karena pada kegiatan
ini juga diperkenalkan layanan stem cell sebagai bagian dari pengembangan
teknologi kesehatan di lingkungan TNI AU.
“Ini merupakan langkah awal pengenalan
stem cell di jajaran TNI AU. Dalam waktu dekat, akan dilakukan kajian dan
penyusunan regulasi, sehingga rumah sakit di bawah Diskesau diharapkan dapat
menjalin kerja sama dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) dalam
memberikan layanan terapi regeneratif,” ungkap Kadiskesau.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini
adalah Sosialisasi SCCR, yang merupakan bagian dari implementasi program
strategis Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dalam mendorong riset dan
pengembangan teknologi kesehatan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen pimpinan
TNI AU dalam menghadapi tantangan kesehatan modern, khususnya di bidang terapi
regeneratif dan onkologi.
ini menghadirkan narasumber utama Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed., seorang pakar terkemuka di bidang riset stem cell dan kanker, dengan moderator Kolonel Kes. dr. Margono Gatot Suwandi, Sp.JP(K), FIHA.
Dalam pemaparannya, Dr. Sugeng menekankan
pentingnya kesiapan rumah sakit militer, khususnya jajaran TNI AU, dalam
menyambut era pengobatan regeneratif—mulai dari penguatan SDM, pengembangan
fasilitas riset, hingga penyusunan pedoman etik klinis.
Usai sesi ilmiah, kegiatan dilanjutkan
dengan FGD ARSAU, sekaligus pengukuhan dan pelantikan pengurus baru ARSAU Tahun
2025 yang diawali pembacaan Keputusan Kadiskesau.
Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S.
Hardjolukito yang juga menjabat Ketua ARSAU, Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto,
Sp.B., menyampaikan bahwa ARSAU harus menjadi lokomotif transformasi layanan
rumah sakit TNI AU. “Kita tidak boleh
hanya menjadi pelaksana, tapi juga harus menjadi inovator, integrator, dan
penjaga mutu. ARSAU adalah rumah kita untuk bertumbuh dan berkontribusi
bersama,” tegasnya.
Menjelang dimulainya sesi FGD, para
peserta memperoleh pemaparan strategis dari Kolonel Kes. dr. Tjatur Budi W.,
Sp.B. yang mendapat respons antusias. Pemaparan tersebut memberikan wawasan
baru dan memperluas perspektif para peserta mengenai tantangan kompleks dalam
pengelolaan layanan kesehatan, serta mendorong adopsi pendekatan yang lebih
adaptif dan inovatif di lingkungan rumah sakit TNI AU.
Selanjutnya, FGD menjadi forum strategis
bagi para Kepala Rumah Sakit TNI AU untuk bertukar pengalaman, mengidentifikasi
permasalahan, dan merumuskan solusi bersama guna meningkatkan mutu layanan,
efisiensi tata kelola, serta sinkronisasi program-program prioritas Diskesau
secara berkelanjutan.
Menutup rangkaian kegiatan, Kadiskesau
menyampaikan beberapa arahan strategis. Ia menekankan pentingnya penguatan
sinergi lintas satuan, percepatan transformasi digital layanan kesehatan, dan
optimalisasi peran ARSAU sebagai kekuatan kolektif yang adaptif.
“Kita bukan sekadar institusi kesehatan militer, tapi bagian dari kekuatan bangsa yang harus siap menghadapi krisis kesehatan, bencana, dan tantangan global. Investasi pada ilmu pengetahuan dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan,” tegas Kadiskesau.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik
tolak baru dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan transformasi layanan
kesehatan TNI AU, selaras dengan semangat TNI AMPUH: Adaptif, Modern,
Profesional, Unggul, dan Humanis.
Melalui kegiatan ini, jajaran kesehatan
TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi
bangsa dan negara melalui layanan kesehatan yang unggul, tanggap, dan berdaya
saing tinggi. Humas RSPAU
Dalam kehidupan sehari-hari, surat keterangan sakit
merupakan salah satu dokumen penting yang berfungsi sebagai bukti sah bahwa
seseorang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan istirahat atau
pembebasan sementara dari tanggung jawab pekerjaan, pendidikan, atau kegiatan
lainnya. Namun, dewasa ini mulai marak ditemukan penyalahgunaan surat
keterangan sakit, baik oleh pasien yang sehat namun ingin membolos, maupun oleh
oknum tenaga kesehatan yang memberikan surat tersebut tanpa dasar pemeriksaan
medis yang valid. Hal ini tidak hanya mencederai nilai etika dan kejujuran,
tetapi juga melanggar hukum pidana yang berlaku di Indonesia.
Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. S.
Hardjolukito melalui kampanye edukatifnya menegaskan bahwa praktik pemalsuan
atau penyalahgunaan surat keterangan sakit merupakan tindak pidana yang dapat
dikenai sanksi tegas. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 267 Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHP), baik pasien yang memakai surat keterangan sakit palsu,
maupun dokter yang memberikannya secara tidak sah, dapat dijatuhi hukuman
pidana penjara hingga empat tahun.
Pasien yang dengan sengaja menggunakan surat keterangan
sakit palsu—baik dengan memalsukan sendiri atau meminta dari pihak yang tidak
berwenang—untuk menghindari tugas, kewajiban, atau tanggung jawab tertentu,
dinilai telah melakukan tindakan melawan hukum. Hal ini diatur secara eksplisit
dalam Pasal 267 ayat (3) KUHP, yang menyatakan bahwa siapa pun yang menggunakan
surat keterangan yang isinya tidak benar, seolah-olah sesuai dengan kenyataan,
dapat dihukum penjara maksimal empat tahun. Penyalahgunaan seperti ini, selain
merugikan instansi tempat pasien bekerja atau belajar, juga merusak tatanan
administratif dan melemahkan sistem kepercayaan publik terhadap institusi
kesehatan.
Di sisi lain, tenaga medis, khususnya dokter, juga tidak
luput dari sanksi jika terbukti memberikan surat keterangan sakit palsu. Pasal
267 ayat (1) KUHP menyebutkan bahwa dokter yang secara sadar memberikan
keterangan tidak sesuai dengan kondisi medis pasien, baik karena tekanan,
imbalan, atau alasan lainnya, dapat dikenai hukuman pidana penjara paling lama
empat tahun. Tindakan ini dianggap mencoreng profesi kedokteran yang seharusnya
menjunjung tinggi kode etik, profesionalisme, dan integritas.
Fenomena pemalsuan surat sakit sering kali dianggap
sepele oleh sebagian orang, padahal dampaknya sangat serius. Tidak hanya
merugikan secara administratif dan moral, namun juga dapat menimbulkan kerugian
finansial dan mengganggu kelancaran layanan publik maupun dunia usaha. Apabila
dibiarkan, praktik seperti ini dapat berkembang menjadi kebiasaan buruk yang
sistemik dan mengancam keadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran
bersama dari masyarakat, pasien, dan tenaga medis untuk menolak segala bentuk
penyimpangan ini.
RSPAU dr. S. Hardjolukito mengajak seluruh masyarakat
untuk menjadi bagian dari perubahan positif dengan menegakkan kejujuran dan
disiplin dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal administrasi
kesehatan. Setiap surat keterangan sakit seharusnya diterbitkan berdasarkan
hasil pemeriksaan medis yang objektif dan profesional. Jika seseorang memang
sehat, maka tidak layak baginya untuk meminta atau memanfaatkan surat tersebut
demi keuntungan pribadi. Demikian pula, dokter sebagai pihak berwenang
seharusnya tidak tergoda untuk mengeluarkan surat tanpa dasar yang sah.
Melalui kampanye ini, rumah sakit ingin memperkuat
kesadaran bahwa setiap tindakan yang melanggar etika dan hukum pasti memiliki
konsekuensi. Sebagai lembaga pelayanan kesehatan milik negara, RSPAU dr. S.
Hardjolukito menjunjung tinggi nilai-nilai TNI AU AMPUH: Adaptif,
Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Salah satu wujud konkret dari nilai
ini adalah memastikan bahwa seluruh layanan, termasuk penerbitan surat
keterangan sakit, dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur.
Akhirnya, mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat
bersama bahwa tanggung jawab moral dan hukum harus berjalan seiring. Memalsukan
surat sakit bukanlah jalan keluar, melainkan pintu masuk menuju persoalan hukum
yang lebih besar. Jika Anda merasa kurang sehat, datanglah dan periksakan diri
secara sah. Namun jika Anda sehat, tunjukkan integritas dan hindari kebohongan
administratif. Bersama kita bisa mewujudkan sistem kesehatan yang lebih bersih,
adil, dan terpercaya.