Daftar Berita

Pentingnya Perawatan Post Operasi : Apa yang harus diperhatikan?

 Operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar 230 juta tindakan operasi dilakukan setiap tahunnya di seluruh dunia. Pada tahun 2012, tindakan operasi di Indonesia mencapai 1,2 juta jiwa, dan tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pertama penanganan pola penyakit di Rumah Sakit se-Indonesia. Meskipun operasi bertujuan untuk memperbaiki kondisi kesehatan pasien, periode post operasi membawa tantangan tersendiri. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi luka operasi.

Data WHO tahun 2013 menunjukkan bahwa 2% hingga 5?ri 27 juta pasien di dunia yang menjalani pembedahan mengalami infeksi luka operasi. Bahkan, infeksi ini menyumbang 25?ri total infeksi akibat fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak steril. Di Indonesia, prevalensi kejadian infeksi pada pasien post operasi pada tahun 2013 mencapai 1,6%, sebagaimana dilaporkan oleh Departemen Kesehatan RI. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun dampaknya terhadap kesehatan pasien dan beban sistem kesehatan tidak bisa diabaikan.

Berbagai faktor berkontribusi terhadap risiko infeksi luka post operasi. Faktor-faktor ini meliputi kondisi pasien seperti status nutrisi yang buruk, diabetes melitus, obesitas, dan infeksi di bagian tubuh lain. Selain itu, faktor eksternal seperti lama operasi, teknik operasi, kebersihan lingkungan rumah sakit, dan kualitas perawatan juga berperan penting. Mengingat kompleksitas faktor-faktor ini, perawatan post operasi yang tepat menjadi krusial. Periode ini merupakan fase kritis di mana upaya perawatan diarahkan untuk menstabilkan kondisi pasien, menghilangkan nyeri, dan mencegah komplikasi. Pengkajian yang cermat dan intervensi yang cepat dan akurat sangat diperlukan untuk membantu pasien kembali ke fungsi optimalnya dengan aman dan nyaman.

Upaya pencegahan infeksi luka operasi membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter, perawat, dan seluruh staf rumah sakit. Peningkatan standar kebersihan, sterilisasi peralatan medis yang tepat, dan peningkatan kualitas perawatan pasien merupakan langkah-langkah penting yang perlu diambil. Dengan memahami pentingnya perawatan post operasi dan faktor-faktor risiko infeksi luka operasi, diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan menurunkan angka komplikasi post operasi. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan efisiensi sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

 

Mengapa penting sekali perawatan luka pasca operasi dan apa peran keluarga didalamnya?

Perawatan post operasi adalah perawatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan para medisk yang sudah professional setelah tindakan operasi sebagai tindak lanjut. Sebuah program pasca operasi klien melibatkan dua tahap, yaitu periode pemulihan segera dan pemulihan pasca operasi. Untuk klien bedah rawat jalan, pemulihan biasanya berlangsung hanya 1 sampai 2 jam, dan pemulihan terjadi di rumah. Untuk klien di rawat di rumah sakit, pemulihan terjadi selama beberapa jam, dan menjalani proses penyembuhan terjadi 1 hari atau lebih, tergantung pada tingkat operasi dan respon klien Pasien pasca-operasi dilakukan pemulihan dan perawatan pasca operasi di ruang pulih sadar atau recovery room (RR), yaitu ruangan untuk observasi pasien pasca-operasi atau anestesi yang terletak di dekat kamar bedah, dekat dengan perawat bedah, ahli anestesi dan dokter ahli bedah, sehingga apabila timbul keadaan gawat pascaoperasi, pasien dapat segera diberi pertolongan.

Diperkirakan setiap tahun ada 230 juta tindakan operasi dilakukan di seluruh dunia baik operasi kecil maupun operasi besar (Hasri, 2012). Prevalensi berdasarkan data Depkes RI (2013), prevalensi kejadian infeksi pada pasien post operasi di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,6% infeksi akibat fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak steril. Dan menurut Abdul Bari, (2010) faktor yang dapat mempengaruhi infeksi luka operasi yaitu faktor ekstrinsik (seperti dokter, perawat, bangsal/lingkungan yang kurang bersih, peralatan dan material medis yang kurang terjaga kebersihannya), faktor keperawatan (lamanya hari perawatan dan menurunnya standar keperawatan). Infeksi terjadi secara progresif dan beratnya infeksi pada klien tergantung dari tingkat infeksi, patogenitas mikroorganisme dan kerentanan. Dengan proses perawatan yang tepat, maka akan meminimalisir penyebab dan meminimalkan penyakit.

Adapun hal - hal yang harus diperhatikan dalam perawatan luka pasca operasi agar optimal, ditunjukkan dengan: 

<!--[if !supportLists]-->a.    <!--[endif]-->patuhnya tenaga kesehatan dalam melakukan prosedur perawatan luka post operasi dengan benar seperti melakukan perawatan luka operasi dengan 1 set medikasi digunakan untuk pasien secara bersama-sama (banyak pasien),

<!--[if !supportLists]-->b.    <!--[endif]-->melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medikasi,

<!--[if !supportLists]-->c.    <!--[endif]-->memperhatikan tehnik steril seperti memakai sarung tangan steril saat medikasi

<!--[if !supportLists]-->d.    <!--[endif]-->Perawatan luka sesuai dengan SOP dan dengan teknik aseptik dapat mencegah infeksi luka operasi (ILO)

Peran keluarga dalam perawatan pasca operasi,

Peran keluarga sangat penting dalam proses pengobatan penyakit. Keluarga memiliki peran terapeutik guna memberikan perawatan luka post operasi. Luka post operasi yang tidak dirawat dengan baik dapat berisiko tinggi terhadap infeksi dan komplikasi serius. Dalam konteks ini, pengetahuan yang tepat dan keterampilan dalam merawat luka post operasi oleh keluarga pasien menjadi hal yang krusial. Edukasi yang efektif kepada keluarga dapat memberikan manfaat signifikan dalam perawatan luka dan meningkatkan keselamatan serta hasil yang positif bagi pasien (Mastura dkk., 2022). Edukasi yang ditujukan kepada keluarga pasien memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam merawat luka post operasi. Dengan pengetahuan ini, keluarga dapat berperan aktif dalam proses perawatan pasien, memberikan perhatian yang baik terhadap luka, dan mengurangi risiko komplikasi (Barokah, 2012). Program edukasi keluarga harus diperkuat melalui kolaborasi dengan lembaga kesehatan setempat dan evaluasi yang teratur untuk memastikan kesuksesannya meningkatkan kesehatan dalam dan meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.

 

Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan dalam proses penyembuhan luka pasca operasi?

<!--[if !supportLists]-->a.    <!--[endif]-->Perawatan luka

Perawatan luka merupakan salah satu teknik dalam pengendalian infeksi pada luka karena infeksi dapat menghambat proses penyembuhan luka. Infeksi luka post operasi merupakan salah satu masalah utama dalam praktek pembedahan (Potter, 2006). Dalam proses penyembuhan luka para ahli awalnya berpendapat bahwa penyembuhan luka akan sangat baik bila luka dibiarkan tetap kering. Mereka berpikir bahwa infeksi bakteri dapat dicegah apabila seluruh cairan yang keluar dari luka terserap oleh pembalutnya. Akibatnya sebagian besar luka dibalut oleh bahan kapas pada kondisi kering (Puspitasari, Ummah, & Sunarsih, 2011).

<!--[if !supportLists]-->b.    <!--[endif]-->Mobilisasi

Mobilisasi dini merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka pasca operasi yang dilakukan segera setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan pasien setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar. Mobilisasi dini dapat dilakukan secara bertahap setelah operasi pada hari pertama 6 - 10 jam setelah sadar dari operasi, pasien di bantu latihan dengan gerakan miring kanan dan miring kiri, dengan tujuan untuk melatih kekuatan otot. Pada hari ke dua pasien dengan bantuan perawat dapat bangun dari tempat tidur dengan perlahan, duduk di sisi tempat tidur dilakukan 2 atau 3 kali selama 10- 15 menit dengan tujuan agar mengurangi nyeri dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi. Pada hari ke tiga sampai hari ke lima pasien mulai berlatih jalan dengan bantuan perawat. (Maharani, 2020). Banyak keuntungan yang dapat diraih dari latihan dini pasca bedah, diantaranya peningkatan kecepatan kedalaman pernafasan, peningkatan sirkulasi, peningkatan berkemih dan metabolisme.

<!--[if !supportLists]-->c.    <!--[endif]-->Nutrisi

Nutrisi merupakan satu faktor yang penting dalam penyembuhan luka. Setiap fase dalam penyembuhan luka memerlukan nutrisi. Kurangnya dukungan nutrisi dapat meningkatkan angka kejadian kematian dan kecacatan dalam perawatan luka. Deteksi dini status nutrisi pada pasien luka menjadi hal yang sangat penting. Deteksi dapat dilakukan sejak pasien dirawat atau sebelum pulang ke rumah dan pada saat melakukan evaluasi status nutrisi secara berkala. Perbaikan status nutrisi pada pasien dengan kasus pembedahan sangatlah penting untuk mempercepat penyembuhan luka operasi dan penyakit dasarnya sendiri. Salah satu faktor penyebab adanya permasalahan tersebut diantaranya karena pasien - pasien bedah di rumah sakit merupakan pasien yang rentan mal nutrisi, oleh karena itu intervensi nutrisi yang tepat pada pasien rawat inap di rumah sakit akan meningkatkan outcome klinik menuju kesembuhan.

 

Perawatan luka pasca operasi adalah aspek krusial yang mempengaruhi keseluruhan proses penyembuhan pasien. Meskipun tindakan operasi memiliki tujuan utama untuk memperbaiki kondisi kesehatan, periode pemulihan pasca operasi membawa tantangan tersendiri, terutama dalam mencegah infeksi luka yang dapat berpotensi mengganggu kesembuhan pasien.

 Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor risiko dan penerapan perawatan yang sesuai, termasuk peran serta keluarga dalam proses ini, sangat penting untuk meminimalisir komplikasi dan meningkatkan hasil perawatan. Penerapan standar kebersihan yang ketat, teknik perawatan yang tepat, serta dukungan nutrisi dan mobilisasi dini merupakan langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan.

 Keluarga pasien memiliki peran yang signifikan dalam mendukung proses penyembuhan dengan memberikan perawatan yang tepat dan memperhatikan perkembangan luka. Edukasi yang efektif mengenai perawatan luka pasca operasi dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam merawat pasien, yang pada gilirannya dapat mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

 Dengan melibatkan seluruh tim medis dan keluarga dalam perawatan pasca operasi, diharapkan kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan. Penekanan pada kolaborasi, pendidikan, dan perawatan yang berstandar tinggi akan berkontribusi pada kesuksesan proses pemulihan dan peningkatan efisiensi sistem kesehatan secara keseluruhan.

12 Tahun Transformasi RSPAU, Dari Tempat Pengobatan Sementara hingga Rumah Sakit Pusat TNI AU

Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Suhardi Hardjolukito, yang dikenal dengan sebutan RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, memiliki sejarah panjang dan pencapaian yang signifikan sejak didirikan. Rumah sakit ini bermula pada tahun 1945 sebagai sebuah Tempat Pengobatan Sementara (TPS) yang terletak di dalam area Lanud Adisutjipto. Pada tanggal 9 April 1990, TPS tersebut resmi diubah menjadi Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr. Suhardi Hardjolukito, bertepatan dengan hari ulang tahun TNI AU. Perubahan ini disertai dengan penambahan beberapa bangunan ruang pemeriksaan, perawatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Seiring waktu, kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang lebih baik meningkat. Pada 29 Mei 2006, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito secara bertahap memindahkan kegiatan dukungan dan pelayanan kesehatannya ke gedung baru yang terletak di Jl. Majapahit, Desa/Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gedung ini resmi digunakan pada 2 Agustus 2007, dengan peresmian yang dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara. Pada tahun 2009, Rumah Sakit ini kembali mengalami kemajuan dengan keluarnya Peraturan Presiden No.10 Tahun 2009 yang meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Pusat TNI AU.

Dalam perkembangannya, sesuai dengan Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara No. 93/X/2012, pada 22 Oktober 2012, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito diresmikan sebagai Rumah Sakit Pusat TNI AU oleh Kepala Staf Angkatan Udara, dengan Marsekal Pertama TNI dr. Hari Haksono, Sp.THT-KL., Sp.Kp sebagai kepala RSPAU pertama periode 12 September 2012 hingga 29 Januari 2013. Status rumah sakit ini semakin diperkuat dengan akreditasi Paripurna yang diperoleh pada 31 Desember 2018 berdasarkan sertifikat akreditasi nomor KARS-SERT/214/XII/2018.

Saat ini, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI dr. Muhammad Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes, yang menjabat sebagai kepala RSPAU ke-10. Rumah sakit ini kini memiliki 285 tempat tidur, 11 ruangan rawat inap, dan didukung oleh 1.081 personil tenaga kesehatan dan non-kesehatan. Dengan 6 layanan unggulan ESWL, LINAC, Pelayanan Mata, Hemodialisa, Kesehatan Penerbangan dan Poli Aircrew dan Pasikiatri.

RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito berkomitmen untuk menjadi rumah sakit pusat rujukan TNI AU dengan didukung peralatan canggih seperti Radioterapi LINAC, CT Scan 256 slice, gamma camera, mamografi, MRI, lasik, Hemodialisa, dan lain-lain. Dengan 7 Central Operation Theatre, rumah sakit ini mampu menangani sekitar 500 kasus operasi per bulan dan instalasi gawat darurat melayani sekitar 1500 kasus per bulan.

Selain berfokus pada pelayanan Kesehatan, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito juga berperan dalam mendukung operasi militer selain perang, termasuk membantu berbagai operasi kemanusiaan dan bencana. RSPAU juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat, sejalan dengan misi nasional dalam menyediakan akses kesehatan yang lebih baik.

Pada tanggal 17 Maret 2020, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi tertentu, termasuk Covid-19, oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan berhasil melaksanakan tugas tersebut dengan baik, menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi situasi darurat. Kemudian pada bulan Agustus 2024 RSPAU mendukung program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang digagas Kementerian Sosial RI untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

            Setelah pemerintah menyatakan endemi, RSPAU Kembali memperkuat sinergi dan mengepakkan sayapnya mengukir prestasi dalam bidang pelayanan maupun manajemen diantaranya yaitu meraih predikat "Wajar Tanpa Pengecualian" dari lembaga audit eksternal KAP BAM atas laporan keuangan TA 2023, Peringkat ke-2 Kategori Wajib Pajak Instansi Pemerintah yang Patuh dalam Membayar Pajak dan Memberikan Kontribusi dalam Pembayaran Pajak Tahun 2022 - Tax Gathering 2023 KPP Pratama bantul Yogyakarta, Juara 1 Lomba Ice Breaking dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Penghargaan Cyber Security Maturity Level (CML) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Penghargaan dalam kriteria Wajib Pajak dengan Penerimaan Terbesar & Terpatuh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bantul dalam acara Tax Gathering 2024.

Selama 12 tahun sebagai rumah sakit pusat TNI Angkatan Udara, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito melayani TNI AU/TNI, PNS serta keluarga dan masyarakat umum baik melalui berbagai program asuransi kesehatan seperti BPJS maupun Asuransi Kesehatan lainnya. RSPAU terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan terdepan, mengukir pencapaian demi pencapaian dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat nasional.

RSPAU Laksanakan Entry Meeting Pemeriksaan LK Kemhan 2024 oleh BPK RI

RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi tuan rumah pelaksanaan Entry Meeting Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian Pertahanan (LK Kemhan) Tahun 2024 pada Unit Organisasi (UO) TNI Angkatan Udara (TNI AU) satuan Lanud Adisutjipto dan RSPAU dr. S. Hardjolukito di Ruang Garuda Satu RSPAU (03/03/25). Kegiatan ini dihadiri oleh Pengendali Tim Pemeriksaan BPK RI, Carlos Leo, S.H., beserta tim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Danlanud Adisutjipto, serta para pejabat dari RSPAU dan Lanud Adisutjipto.

Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menegaskan pentingnya komitmen terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Beliau juga menekankan dukungan penuh terhadap proses pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI.

“Kami menyambut baik dan siap mendukung proses pemeriksaan ini dengan sebaik-baiknya. Saya mengajak seluruh anggota yang menjadi objek pemeriksaan untuk bersikap kooperatif dan proaktif dalam memberikan data serta informasi yang dibutuhkan oleh tim audit BPK RI. Hal ini sangat kita harapkan agar nantinya hasil dari pengawasan yang disampaikan oleh tim audit benar-benar merupakan data akurat yang tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan kesalahan,” ungkap Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemhan dan TNI Tahun 2024 ini diharapkan dapat membangun pola kemitraan yang erat antara auditor BPK RI dengan unit-unit terkait dalam pelaksanaannya. Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito juga berharap adanya komunikasi yang dialogis, keterbukaan informasi, serta masukan yang objektif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di lingkungan RSPAU dr. S. Hardjolukito dan Lanud Adisutjipto.

Entry Meeting ini menandai dimulainya rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI dalam upaya menjaga integritas serta meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara, khususnya di lingkungan Kemhan dan TNI AU. Dengan adanya sinergi yang baik antara tim audit dan objek pemeriksaan, diharapkan hasil yang dicapai dapat semakin memperkuat komitmen terhadap transparansi serta tata kelola keuangan yang lebih baik di masa depan. Humas RSPAU

 

Maraknya Judi Online Yang Meresahkan

Kemajuan teknologi merupakan dampak globalisasi yang tidak dapat terelakkan, banyak penemuan-penemuan luar biasa dan informasi yang setiap saat bisa kita update, sarana informasi didunia maya/internet memudahkan seseorang untuk bisa mengakses berbagai hal yang diinginkannya. Dalam sudut pandang ini tentu ada segi positif dan juga negatifnya, diibaratkan sebuah dua mata pisau, dalam hal ini segi positifnya kita sangat terbantukan dengan adanya internet dan tentu kemajuan teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengakses informasi atau hal-hal yang negatif yang bisa cenderung ke hal-hal yang dapat melanggar hukum.  Seperti halnya yang akan kita bahas kali ini terkait judi online yang sangat marak sekali dilingkungan masyarakat sekitar kita. Bahkan belum lama ini kita mendengar berita yang sangat menghebohkan publik terkait oknum anggota polwan yang membakar suaminya karena dugaan permasalahan judi online yang dilakukan suaminya.

Oleh karena itu sebaiknya kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan judi. Menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia), judi adalah permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan (seperti main dadu, kartu dsb). Sehingga menurut hemat kami, judi online adalah perbuatan judi yang dilakukan secara daring melalui web atau aplikasi yang menyediakan konten perjudian. Pada dasarnya, judi/judi online merupakan perbuatan yang dilarang agama dan bertentangan dengan hukum positif kita sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat (2) UU 1/2024 tentang perubahan kedua UU ITE, yang berbunyi sebagai berikut:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Unsur Pasal 27 Ayat (2) UU 1/2024

Dari bunyi Pasal 27 ayat (2) UU 1/2024, terdapat beberapa penjelasan unsur, sebagai berikut:

1.  "Mendistribusikan" adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan informasi dan/atau dokumen elektronik kepada banyak orang atau berbagai pihak melalui sistem elektronik.

2.  "Mentransmisikan" adalah mengirimkan informasi dan/atau dokumen elektronik yang ditujukan kepada pihak lain melalui sistem elektronik.

3.  "Membuat dapat diakses" adalah semua perbuatan lain selain mendistribusikan dan mentransmisikan melalui sistem elektronik yang menyebabkan informasi dan/atau dokumen elektronik dapat diketahui pihak lain atau public.

Kemudian, yang dimaksud pada Pasal 27 ayat (2) UU 1/2024 diatas mengacu pada ketentuan perjudian dalam hal menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi, menjadikannya sebagai mata pencaharian, menawarkan atau memberikan kesempatan kepada umum untuk bermain judi, dan turut serta dalam perusahaan untuk itu.

Lalu, orang yang melanggar ketentuan Pasal 27 ayat (2) UU 1/2024 berpotensi dipidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 1/2024.

Sebagai informasi, selain diatur dalam UU 1/2024, tindak pidana perjudian juga diatur dalam Pasal 303 dan Pasal 303 bis KUHP yang pada saat artikel ini diterbitkan masih berlaku. Berikut adalah bunyi Pasal 303 dan Pasal 303 bis KUHP:

  Pasal 303

Diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp25 juta, barang siapa tanpa mendapat izin:

<!--[if !supportLists]-->-          <!--[endif]-->Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;

<!--[if !supportLists]-->-          <!--[endif]-->Dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;

<!--[if !supportLists]-->-          <!--[endif]-->Menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian.

<!--[if !supportLists]-->-          <!--[endif]-->Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencariannya, maka dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencarian itu.

<!--[if !supportLists]-->-          <!--[endif]-->Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

Selain melanggar ketentuan peraturan yang berlaku, mengenai dampak judi online terhadap kehidupan kita semua saya yakin semua sudah bisa untuk bisa menelaah apa saja dampak dalam hal ini dampak negatif judi online, Berikut adalah beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan:

1.      Kesehatan Mental yang Terancam

Kecanduan judi online dapat menyebabkan stres berat, kecemasan, bahkan meningkatkan risiko bunuh diri.

2.      Kondisi Finansial yang Rapuh

Kerugian besar akibat perjudian bisa mengarah pada kebangkrutan dan ketidakstabilan ekonomi yang serius.

3.      Dampak Emosional yang Mendalam

Terlibat dalam judi online dapat memicu depresi yang dalam dan masalah emosional lainnya.

4.      Risiko Kriminalitas

Beberapa individu terlibat dalam tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan perjudian mereka, membahayakan diri sendiri dan orang lain.

5.      Keamanan Data Terancam

Data pribadi rentan terhadap penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, meningkatkan risiko identitas dicuri atau disalahgunakan.

6.      Gangguan pada Hubungan Sosial

Perjudian online sering kali merusak hubungan baik dengan keluarga dan teman, karena terkonsentrasi pada aktivitas judi.

7.      Gangguan Pendidikan dan Karier

Kecanduan judi dapat mengganggu fokus dan kinerja di tempat kerja atau sekolah, berdampak negatif pada masa depan pendidikan dan karier.

8.      Ancaman terhadap Keberlanjutan Finansial

Upaya mendapatkan dana untuk berjudi dapat mendorong individu ke praktik-praktik ilegal atau tidak etis.

9.      Masa Depan Hancur

Seseorang yang terperangkap dalam lingkaran judi online berisiko kehilangan segalanya, termasuk kesehatan, hubungan dan masa depan mereka.

Penanganan judi online yang selama ini dilakukan oleh Pihak Kepolisian menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Meskipun Pasal 27 ayat 2 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 303 bis KUHP mengatur tentang larangan dan sanksi untuk aktivitas judi online, implementasi dan penegakan hukumnya masih kurang efektif. Salah satu kendala utama adalah kurangnya koordinasi antara berbagai lembaga penegak hukum serta keterbatasan sumber daya untuk melacak dan menindak situs judi yang sering kali beroperasi dari luar negeri. Dimana perbuatannya tersebut merujuk kepada seluruh unsur tindak pidana. Selain itu, teknologi enkripsi dan anonimitas di internet mempersulit identifikasi dan penangkapan pelaku. Meski demikian, pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya, seperti operasi cyber patrol dan kerja sama internasional, untuk memberantas judi online. Peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia, serta kolaborasi yang lebih kuat dengan lembaga terkait, diperlukan untuk memperkuat penegakan hukum dan mengurangi prevalensi judi online di Indonesia selain juga dibutuhkan aparat-aparat yang bersih, profesional dibidangnya serta kredibilitasnya tidak diragukan lagi.

Berkaca dari judul diatas terkait maraknya judi online yang meresahkan serta dampak negatif yang luar biasa, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin maraknya kasus judi online yang melibatkan oknum prajurit dan PNS TNI. Aktivitas ilegal ini dinilai mengancam integritas dan tugas pokok TNI serta kehidupan personel yang terlibat. Judi online tidak hanya mengganggu konsentrasi dan fokus dalam menjalankan tugas, tetapi juga berpotensi merusak moral dan menciptakan masalah keuangan serta konflik dalam keluarga.

RSPAU Gelar Acara Pelepasan Purna Tugas Anggota

RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan acara pelepasan purna tugas anggota yaitu Kolonel Kes Drs. Bagus Broto K., M.A.P. Acara tersebut dilaksanakan setelah apel pagi di lapangan apel RSPAU, dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai dan staf RSPAU.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Kepala RSPAU RSPAU dr. S. Hardjolukito mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas segala kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa dinasnya. Beliau juga menyampaikan harapan agar masa purna tugas ini dapat menjadi momentum untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, meskipun dalam peran yang berbeda.

"Selamat memasuki masa purna tugas. Semoga purna tugas ini dapat menjadi momentum untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, meskipun dalam peran yang berbeda," ungkap Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Sebagai tanda penghargaan, Kolonel Kes Drs. Bagus Broto K., M.A.P. menerima cinderamata dari RSPAU yang diserahkan langsung oleh Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar RSPAU atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini. Semoga kedepan RSPAU terus dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh anggota dan pasien," ujarnya.

RSPAU berharap agar perjalanan Kolonel Kes Drs. Bagus Broto K., M.A.P. menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya dan berkontribusi, baik di dalam maupun di luar institusi. Humas RSPAU

 

RSPAU Gelar Syukuran Gedung Baru dan Do\'a Bersama Jelang Ramadhan 1446H

RSPAU menggelar acara syukuran gedung baru yang meliputi Gedung Gudang, Laundry, Staf Bidjang, dan Akreditasi, serta do'a bersama jelang Ramadhan 1446H. Acara berlangsung dengan khidmat pada malam hari, Rabu (26/2/25), di ruang rapat akreditasi RSPAU. Acara syukuran ini dihadiri oleh Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 001-05-3 RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta pengurus, serta seluruh pejabat dan anggota RSPAU.

Dalam sambutannya kepala dr. S.Hardjolukito menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan fasilitas di RSPAU. Gedung baru ini juga diharapkan menjadi sarana yang mendukung pengembangan pelayanan medis dan administrasi di RSPAU.

Usai syukuran gedung, acara dilanjutkan dengan do'a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ansori, S.Th.I., MM, yang memberikan tausiah menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam ceramahnya, Ustadz Ansori mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan hati dan jiwa menyambut Ramadhan dengan penuh kebersihan serta mengoptimalkan ibadah di bulan penuh berkah tersebut.

"Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan amal ibadah, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kita di RSPAU," ujar Ustadz Ansori.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pesan penting bagi seluruh anggota RSPAU.

"Sebagai insan yang mengemban tugas di bidang kesehatan, bulan Ramadhan juga menjadi pengingat bagi kita untuk meningkatkan keikhlasan dan profesionalisme dalam melayani, serta tetap menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan baik. Puasa bukanlah alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, tetapi justru menjadi tantangan bagi kita untuk tetap memberikan yang terbaik bagi pasien dan masyarakat. Mari jaga keseimbangan antara kewajiban profesional dan ibadah, sehingga tercipta suasana kerja yang lebih harmonis dan penuh keberkahan. Semoga bulan suci ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta mempererat tali persaudaraan di lingkungan RSPAU," ungkap Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes.

Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, menunjukkan komitmen RSPAU dalam meningkatkan pelayanan serta mempererat hubungan antar anggota melalui kegiatan spiritual. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, syukuran dan do’a bersama ini juga menjadi momentum bagi RSPAU untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik prajurit TNI AU/TNI, PNS dan keluarga serta masyarakat. Humas RSPAU

 

Jelang HUT ke-79 TNI AU, Ratusan Prajurit TNI AU DIY Donorkan Darah untuk Negeri

RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi tuan rumah kegiatan donor darah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/2/2025) ini diselenggarakan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman dan bertempat di Gedung Siaga Bencana RSPAU.

Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Swa Bhuwana Paksa, TNI Angkatan Udara Siap Menjaga Kedaulatan Udara Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Maju”, kegiatan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah DIY sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-79 TNI AU. Ratusan peserta dari berbagai satuan TNI AU, TNI AD, TNI AL di Provinsi D.I Yogyakarta, POLDA DIY, dan Basarnas turut serta dalam aksi sosial ini.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial dari TNI AU kepada masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai wujud pengabdian TNI AU dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes.

Perwakilan PMI Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan TNI AU.

 “Kami sangat mengapresiasi kegiatan donor darah dari ini karena sangat membantu dalam memenuhi stok darah yang diperlukan, dan kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, TNI AU, khususnya RSPAU dr. S. Hardjolukito, kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung berbagai aksi sosial yang bermanfaat. Donor darah ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI AU dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari semangat pengabdian dalam perayaan HUT ke-79 TNI AU. Humas RSPAU

Kasau Resmikan Gedung Tiga Lantai Rspau Untuk Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Anggota Dan Masyarakat

RSPAU dr. S. Hardjolukito meresmikan gedung baru yang terdiri dari fasilitas Gudang, Laundry, Staf Bidang Penunjang, dan Ruang Akreditasi pada hari Rabu (26/2/24). Peresmian gedung ini dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua Umum PIA Ardhya Garini beserta pengurus PIA Ardhya Garini Pusat, Pangkoopsudnas, Dankodiklatau, pejabat Mabesau, Danlanud Adisutjipto, Kadiskesau, serta tamu undangan lainnya.

Acara peresmian dimulai dengan jajar kehormatan untuk menghormati Kasau dan rombongan, dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung. Kasau kemudian menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian, diikuti dengan pengguntingan bunga ronce oleh Kasau dan Ketua Umum PIA Ardhya Garini, yang didampingi oleh Kadiskesau serta Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta ibu. Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh tamu undangan.

Pembangunan gedung baru ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSPAU dr. S. Hardjolukito, khususnya bagi anggota TNI AU/TNI, PNS, keluarga, serta masyarakat umum. 

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menyatakan bahwa dengan adanya gedung baru ini, diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkat secara signifikan. Gedung ini bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga mencerminkan komitmen RSPAU dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, modern, dan efisien.

“Fasilitas baru ini dirancang untuk mendukung kelancaran operasional rumah sakit, memastikan pelayanan kepada pasien lebih cepat dan lebih baik. Kami yakin, dengan adanya gedung baru ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito akan semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bagi anggota TNI AU/TNI dan keluarganya, tetapi juga untuk masyarakat luas,” tambah Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes..

Pembangunan gedung ini dimulai pada 12 Juli 2024 dengan peletakan batu pertama oleh Kadiskesau. Sebelumnya, dilakukan penghapusan aset bangunan lama, yang merupakan bangunan satu lantai, untuk digantikan dengan gedung tiga lantai yang lebih besar dan lebih fungsional. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembongkaran bangunan lama, penghapusan aset, hingga pemasangan pondasi bore pile. Selanjutnya, pembangunan struktur gedung baru dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti sistem kelistrikan, HVAC, sanitasi, dan peralatan medis modern. Setelah 218 hari pengerjaan, gedung baru ini selesai dibangun dan siap digunakan.

Gedung baru ini terdiri dari tiga lantai dengan total 37 ruangan. 

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Lantai pertama sayap kanan diperuntukkan sebagai gudang material kesehatan, sementara sayap kiri digunakan untuk fasilitas laundry. 

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Lantai kedua terdapat ruang kantor untuk staf Bidang Penunjang, yang mencakup ruang tamu, ruang Kabidjang, ruang rapat staf, serta ruang staf lainnya yang berhubungan langsung dengan administrasi dan operasional rumah sakit. 

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Lantai ketiga diperuntukkan untuk fasilitas kegiatan Akreditasi, yang terdiri dari ruang tamu Akreditasi, ruang staf Pokja Akreditasi, dan ruang rapat Akreditasi.

Proses pembangunan yang melibatkan tim teknis, arsitek, serta para ahli di bidang kesehatan dan fasilitas rumah sakit ini menunjukkan komitmen RSPAU dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Fasilitas gedung baru ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja rumah sakit dalam memberikan layanan medis yang efisien dan tepat waktu. Penyediaan ruang untuk akreditasi juga menandakan kesiapan RSPAU untuk mencapai standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi seiring dengan pencapaian akreditasi, yang menjadi target penting bagi rumah sakit ini.

Dengan selesainya pembangunan gedung baru yang modern ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito kini memiliki fasilitas yang lebih luas dan fungsional, dilengkapi dengan teknologi canggih yang akan mendukung berbagai kegiatan operasional rumah sakit. Kehadiran gedung baru ini memperkuat komitmen RSPAU untuk meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, serta semakin siap untuk menjadi garda terdepan dalam menyediakan pelayanan kesehatan terbaik bagi anggota TNI AU/TNI, PNS, keluarga, dan masyarakat umum. (HUMAS RSPAU)

Primkopkes Mlati RSPAU Gelar RAT Tahun Buku 2024

Primkopkes Melati RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Wakil Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, para pejabat RSPAU, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Bapak Agung Rahmad Nugraha, S.E. Selain itu, turut hadir pengurus, pengawas, serta anggota Primkopkes Melati RSPAU.
Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kinerja Primkopkes Melati dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya. Beliau menekankan pentingnya koperasi dalam mendukung kesejahteraan anggota serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha koperasi.
“Dalam perjalanan tahun 2024, kita telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi kondisi ekonomi nasional yang turut mempengaruhi kinerja koperasi. Namun, saya merasa bangga karena koperasi primkopkes melati tetap mampu menjaga stabilitas dan terus berupaya meningkatkan pelayanannya kepada anggota. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja keras pengurus, dukungan para anggota, serta semangat kebersamaan yang terus kita pelihara,” kata Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes.
Ketua Primkopkes Melati Kapten Kes Agustinus Tukiman, A.Md. Kes., dalam paparannya menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus selama tahun buku 2024. Ia menjelaskan bahwa koperasi telah mengalami peningkatan dalam berbagai aspek, baik dari sisi keuangan, pelayanan, maupun kesejahteraan anggota. Peningkatan aset dan keuntungan koperasi menjadi salah satu pencapaian yang dibanggakan, di mana hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi seluruh anggota.
Sebagai bentuk apresiasi kepada anggota, acara RAT juga diakhiri dengan pembagian doorprize dengan berbagai hadiah menarik. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen kuat dari seluruh anggota dalam membangun koperasi yang sehat, maju, dan berkelanjutan. Humas RSPAU

RSPAU Gelar Rapat Dewan Pengawas Bahas Kinerja 2024 dan Strategi 2025

Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. Suhardi Hardjolukito menggelar Rapat Dewan Pengawas (Dewas) secara hybrid pada Jumat (14/2/2025). Rapat ini dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Pengawas yang diwakilkan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal Rui F. G. P. Duarte, melalui konferensi daring.

Anggota Dewan Pengawas yang hadir secara langsung antara lain Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara (Kadiskesau) Marsma TNI dr. Swasono R., Sp.THT-KL., M.Kes., dan Kepala KPPN DIY, Ibu Arvi Risnawati, S.E., Ak. Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal RI, Wahyu Utomo, S.Sos., M.Si., mengikuti rapat secara daring.

Dalam rapat tersebut, Kepala RSPAU Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., memaparkan overview kinerja Tahun Anggaran 2024, rencana kerja anggaran 2025, serta langkah-langkah strategis Triwulan I Tahun Anggaran 2025.

Capaian kinerja yang dipaparkan meliputi peningkatan layanan kesehatan bagi prajurit TNI AU, PNS, serta masyarakat umum. Penguatan infrastruktur rumah sakit dan optimalisasi pengelolaan keuangan yang akuntabel serta transparan juga menjadi poin penting. Di bidang dukungan kesehatan, terdapat peningkatan capaian dalam pelaksanaan rikkes berkala, werving, dan medical check-up (MCU).

Pada Triwulan I Tahun 2025, langkah strategis RSPAU difokuskan pada implementasi konsep Lean Hospital Management, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas layanan dengan cara merasionalisasi SDM, mendigitalisasi layanan, dan menjaga kontinuitas operasional. Lean Hospital Management adalah pendekatan yang berfokus pada pengurangan pemborosan serta peningkatan nilai tambah bagi pasien dan staf.

Ketua Dewan Pengawas, melalui sambutan yang dibacakan oleh Irjen Kemhan RI, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan RSPAU meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Prestasi ini dinilai sebagai wujud nyata kerja keras, komitmen, serta integritas tinggi dari seluruh jajaran RSPAU dalam mewujudkan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Humas RSPAU

RSPAU Terima Visitasi FK-KMK UGM dan RSA UGM Perkuat Sinergi Pendidikan Klinik

Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menerima kunjungan visitasi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) serta Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) di Ruang Garuda Satu RSPAU (12/2/24).

Visitasi tersebut dihadiri oleh Para Pejabat RSPAU, Wakil Dekan Kerjasama FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An., KNA., KAR, serta Direktur SDM dan Akademik RSA UGM, Prof. apt. Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D., beserta tim dari FK-KMK UGM dan RSA UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara RSPAU, FKKMK UGM, dan RSA UGM dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan klinik bagi para mahasiswa kedokteran.  Kegiatan visitasi ini juga merupakan bagian dari persiapan masa transisi perpindahan Rumah Sakit Pendidikan Utama (RSPU) bagi dokter muda dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr.  S. Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada RSPAU sebagai bagian dari jejaring rumah sakit pendidikan. Beliau menegaskan komitmen RSPAU untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga medis serta menciptakan lingkungan klinik yang kondusif, guna memberikan pengalaman pendidikan yang terbaik bagi para dokter muda.

“Visitasi ini merupakan kesempatan penting untuk memperkuat jejaring akademik dan klinis, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan klinik di RSPAU. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin erat demi memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” ungkap Marsekal Pertama TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes.

Acara tersebut juga menjadi momen untuk menerima masukan serta evaluasi dari tim FKKMK UGM dan RSA UGM dalam rangka menyempurnakan peran RSPAU sebagai rumah sakit pendidikan satelit.

Dengan adanya kegiatan visitasi ini, diharapkan kolaborasi antara RSPAU, FKKMK UGM, dan RSA UGM akan semakin erat, sehingga dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan dan kualitas pendidikan klinis bagi para mahasiswa, sekaligus memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Humas RSPAU

 

Ka RSPAU Apresiasi Tim Pokja Atas Pencapaian WBK dan Akreditasi A Lembaga Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan

RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menggelar acara penyerahan sertifikat penghargaan kepada Ketua dan Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas (ZI) serta Tim Pokja Institusi Penyelenggara Pelatihan (IPP) RSPAU atas pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Akreditasi A sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan.

Acara diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras seluruh civitas hospitalia, khususnya kepada Tim Pokja yang terlibat langsung dalam pembangunan Zona Integritas dan akreditasi institusi.

"Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam mewujudkan RSPAU yang unggul, transparan, dan profesional," kata Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi.

Beliau menekankan bahwa predikat WBK bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan ketekunan, perbaikan berkelanjutan, dan inovasi. Selain itu, pencapaian Akreditasi A sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan menunjukkan peran penting RSPAU dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito kepada para Ketua dan Tim Pokja ZI serta IPP sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi dalam mendorong terwujudnya RSPAU yang unggul di berbagai aspek, baik dalam pelayanan kesehatan maupun pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di RSPAU.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar RSPAU untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada anggota TNI AU/TNI, PNS dan keluarga, serta masyarakat luas.